
RADARSEMARANG.ID, Guru dan sekolah sering mengalami kesulitan menerjemahkan maksud dan tujuan kurikulum 2013.
Hal tersebut menjadikan tujuan pendidikan tidak dapat tercapai secara optimal. Perlu adanya perubahan cara pandang terhadap proses pembelajaran.
Pendekatan teacher centered kemudian terimplementasikan dalam metode atau cara mengajar guru di kelas.
Baca Juga: Materi Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 SD, Implementasi Kurikulum Merdeka
Begitu terasa monoton karena pembelajaran didominasi oleh guru, siswa pasif karena hanya diberikan informasi secara terus-menerus dan tidak dapat membangun keterampilannya secara mandiri (Purmadi dan Surjono, 2016).
Keterampilan siswa tidak dapat bertahan lama sehingga dikhawatirkan siswa tidak dapat memberikan suatu solusi atas suatu masalah yang berhubungan langsung dengan kehidupan nyata yang dihadapkan kepadanya.
Teacher centered menjadi tidak relevan lagi dengan tuntutan dalam Kurikulum 2013 yang menyebabkan terjadinya pergeseran paradigma pembelajaran dari teacher centered menjadi student centered.
Kegiatan belajar dan mengajar yang paling sederhana dan sering dilakukan oleh guru adalah dengan berdiri di depan kelas dan menjelaskan materi pelajaran sedangkan siswa hanya duduk, mendengarkan dan mencatat.
Pembaruan paradigma pembelajaran dalam Kurikulum 2013 mengisyaratkan proses belajar yang dialami siswa melalui kegiatan-kegiatan ilmiah.
Bila ditanya siswa mengatakan mata pelajaran Prakarya sangatlah mudah.
Tetapi hasil pengamatan guru di SMPN 2 Kesesi dan wawancara terhadap siswa kemudian dibuktikan dengan hasil nilai ulangan harian siswa yang hanya mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal sekitar 50%.
Berdasarkan data tersebut, perlu dicari solusi dalam mengatasi permasalahan-permasalahan agar siswa memperoleh hasil belajar yang baik.
Langkah yang diambil guru adalah melakukan perbaikan proses belajar mengajar dan hasil belajar mata pelajaran Prakarya dengan menerapkan metode pembelajaran penemuan terbimbing.
Metode penemuan terbimbing adalah metode pembelajaran penemuan yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh siswa berdasarkan petunjuk guru berbentuk pertanyaan membimbing (Kompasiana, 2013).
Metode penemuan terbimbing adalah metode pembelajaran yang mengharuskan siswa berpikir sendiri sehingga dapat “menemukan” prinsip umum yang diinginkan dengan bimbingan dan petunjuk dari guru berupa pertanyaan- pertanyaan yang mengarahkan.
Sangat memungkinkan strategi tersebut akan memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran Prakarya (Prakarya, 2013).
Berdasarkan perlakuan tersebut kesimpulan sebagai berikut:
1. Keberhasilan dari penggunaan model pembelajaran penemuan terbimbing dalam mata pelajaran Prakarya melalui metode penemuan terbimbing dapat dilihat dari peningkatan keterampilan mengelola siswa.
2. Hasil belajar siswa dalam memahami memahami prakarya secara individu dan kelompok pada proses pembelajaran prakarya meningkat dari pada kondisi awal menjadi dan miningkat lagi setelah dilakukan beberapa kali pertemuan.
Hal tersebut berarti dari kategori cukup baik menjadi kategori baik pada pembelajaran berikutnya.
3. Terjadi peningkatan rata-rata kemampuan memahami materi dari kategori cukup baik meningkat menjadi kategori baik.
4. Pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan prakarya siswa, yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap tahapan. (bp2/ton)
Oleh : Turipah, S,Pd. Guru Prakarya SMPN 2 Kesesi
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

