
RADARSEMARANG.ID, Proses belajar-mengajar atau proses pengajaran merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial.
Dalam mencapai tujuan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur guru melalui proses pengajaran.
Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.
Ada beberapa alasan, mengapa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa.
Salah satunya berkenaan dengan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain:
Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
Permasalahan yang dihadapi peserta didik SDN Karanganyar Kec. Tirto kelas V (lima) adalah kurang bersemangatnya belajar, terutama materi pernafasan.
Maka peneulis menerapkan metode demonstrasi untuk menumbuhkan minat siswa.
Metode demonstrasi adalah Metode demonstrasi adalah metode mengajar di mana seorang guru atau orang lain yang sengaja diminta peserta didik sendiri memperlihatkan kepada seluruh anak di dalam kelas, suatu kaifiyah melakukan sesuatu.
Untuk melaksanakan metode demonstrasi yang baik atau efektif, menurut J.J Hasibuan dan Mujiono (1993), ada beberapa langkah yang harus dipahami dan digunakan oleh guru, antara lain :
1. Merumuskan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan.
2. Mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan.
3. Alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal.
4. Jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan jelas.
5. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.
6. Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaanpertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi.
7. Selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa, alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas. telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya.
8. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Sering perlu diadakan diskusi sesudah demonstrasi berlangsung atau siswa mencoba melakukan demonstrasi.
Dengan penerapan metode ini maka memberikan kesempatan dan sekaligus melatih para peserta didik untuk mengamati sesuatu itu dengan cermat.
Dan dapat melatih mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ada pada benak mereka dengan singkat dan mudah untuk dipahami. Sehingga hasil belajarpun meningkat 75% di atas KKM. (bp2/ton)
Oleh : Imawati, S.Pd, Guru Kelas V SDN Karanganyar, Kec. Tirto, Kab. Pekalongan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

