Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dengan Role Playing, Masalah Hasil Belajar Teratasi

T
Penulis: Tasropi❯

 

Turah Winarni, S.Pd.
Turah Winarni, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Hasil wawancara dengan guru dan siswa di sekolah diperoleh pembelajaran yang ada cenderung monoton, hanya ceramah saja sehingga proses pembelajaran hanya berjalan satu arah saja.


Advertisement

Di sini dapat diketahui bahwa rendahnya penguasaan siswa terhadap materi biologi pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal, antara lain : kemauan siswa dalam mata pelajaran biologi masih rendah, dikarenakan guru dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan metode atau langkah-langkah yang kurang bervariasi dan monoton, sehingga siswa tidak tertarik pada materi pembelajaran yang diajarkan.

Tantangan bagi guru mata pelajaran IPA hal tersebut harus dicari sebab akibatnya demi tercapainya tujuan pengajaran dan sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa.

Dan salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah menerapkan metode pembelajaran aktif Role Playing (bermain peran).

Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit bagi sebagian besar siswa SMP Negeri 2 Kesesi. Hal ini dapat diketahui dari hasil ulangan harian siswa yang masih rendah.

Selain itu dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar guru biasanya hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab saja, hal ini dapat menyebabkan suasana belajar menjadi kurang menyenangkan sehingga minat dan motivasi siswa dalam belajar IPA berkurang.

Advertisement

Menurut Wina Sanjaya oleh Nafilah (2013), Role playing adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual, atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang.

Untuk melaksanakan metode ini diperlukan langkah-langkah :

Persiapan, menetapkan topik atau masalah serta tujuan yang hendak dicapai oleh simulasi, memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akan disimulasikan, menetapkan pemain yang akan terlibat dalam simulasi, peranan yang harus dimainkan oleh para pemeran, serta waktu yang disediakan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya khususnya pada siswa yang terlibat dalam pemeranan simulasi.

Pelaksanaan, simulasi mulai dimainkan oleh kelompok pemeran, para siswa lainnya mengikuti dengan penuh perhatian, guru hendaknya memberikan bantuan kepada pemeran yang mendapat kesulitan, simulasi hendaknya dihentikan pada saat puncak dimaksudkan untuk mendorong siswa berpikir dalam menyelesaikan masalah yang sedang disimulasikan.

Penutup, melakukan diskusi baik tentang jalannya simulasi maupun materi cerita yang disimulasikan, guru harus mendorong agar siswa dapat memberikan kritik dan tanggapan terhadap proses pelaksanaan simulasi, merumuskan kesimpulan.

Metode Role Playing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Adapun kelebihannya antara lain adalah: Menyenangkan sehingga siswa terdorong untuk berpartisipasi, kreativitas dan keterampilan sosial, mendidik siswa mampu menjelaskan sendiri masalah yang dihadapi, memperkaya pengetahuan dan pengalaman siswa, meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang sedang dipelajari, menimbulkan diskusi yang hidup, simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa.

Kekurangan adalah: karena waktu yang terbatas, maka kesempatan berperan secara wajar kurang terpenuhi, rasa malu dan takut akan mengakibatkan ketidakwajaran dalam memainkan peranan, sehingga hasilnya pun kurang memenuhi harapan, sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan, menuntut imajinasi dari guru dan siswa, tidak semua materi pelajaran IPA dapat diterapkan dalam metode Role Playing. (bp2/ton)

 

Oleh : Turah Winarni, S.Pd.

Guru IPA SMPN 2 Kesesi

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer