
RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu disiplin ilmu yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis.
IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga suatu proses penemuan.
Sehingga dapat membantu peserta didik memperoleh pengalaman langsung dan pemahaman untuk mengembangkan kompetensinya agar dapat menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.
Pembelajaran IPA merupakan wahana mengembangkan anak untuk berpikir rasional dan ilmiah. Maka diupayakan mencapai hasil yang maksimal.
Peningkatan prestasi belajar merupakan tujuan yang diikuti upaya peningkatan kualitas pembelajaran (Winaputra dalam Samatowa 2010:3).
Dalam proses belajar mengajar guru dalam menyampaikan materi pelajaran belum menggunakan metode dan media yang tepat.
Khususnya pada pembelajaran IPA guru masih menyampaikan materi pelajaran dengan ceramah. Selain itu, materi yang disampaikan pada siswa hanya bersifat informatif dan menghafal.
Dengan keadaan seperti ini siswa dalam menerima materi IPA merasa kesulitan dan bosan. Secara umum pembelajaran yang dilakukan guru terhadap siswa hanya menghafalkan konsep, teori dan istilah.
Sehingga pelajaran IPA yang seharusnya sebagai proses, sikap dan aplikasi terabaikan.
Siswa tidak dibiasakan mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Siswa tidak dapat berpikir secara kreatif dan kritis yang pada akhirnya malas saat mengikuti pelajaran. Akibatnya prestasi belajar siswa rendah atau belum mencapai batas ketuntasan.
Seperti halnya di SD Negeri Salatiga 12 masih ada siswa yang belum mencapai batas ketuntasan.
Untuk memperbaiki kondisi demikian, guru perlu menggunakan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa supaya tujuan pembelajaran tercapai.
Penggunaan model pembelajaran agar dalam proses kegiatan belajar mengajar, siswa menjadi tertarik mengikuti pembelajaran di kelas.
Sehingga nantinya pembelajaran IPA menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).
Penggunaan metode pembelajaran disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, khususnya dalam hal ini adalah pada mata pelajaran IPA.
Untuk memahami materi ciri-ciri khusus hewan dan tumbuhan, salah satu cara yag cukup efektif adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe examples non examples.
Model pembelajaran examples non examples merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran (Huda, 2014).
Penggunaan media gambar ini disusun dan dirancang agar siswa dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada didalam gambar.
Penggunaan model pembelajaran examples non examples ini lebih menekankan pada konteks analisis siswa.
Dengan model pembelajaran ini, siswa akan lebih aktif melaksakan pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator dan mativator bagi peserta didiknya.
Gambar yang digunakan tentunya yang relevan dengan materi yang dibahasdan sesuai dengan kompetensi dasar.
Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe examples non examples, diharapkan siswa sepenuhnya dapat terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran.
Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemecahan masalah hingga penarikan kesimpulan.
Media gambar dapat membantu mendorong siswa lebih melatih diri dalam mengembangkan pola pikirnya.
Yaitu siswa dapat menganalisis gambar menjadi sebuah bentuk deskripsi singkat. Melalui proses yang dialami siswa secara langsung akan mempermudah pemahaman dan prestasi belajar siswa akan meningkat. (nop/lis)
Oleh : Sutiyem, S.Pd
Guru SD Negeri Salatiga 12
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

