Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Upaya Peningkatan Mengajar melalui Supervisi Akademik

T
Penulis: Tasropi❯
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Secara umum kemampuan seseorang berbeda. Bila dilihat setiap individu guru SDN Ngluwar 2 dengan berbagai potensi dan kompetensi pengembangan profesi, maka perlu peningkatan secara optimal.


Advertisement

Terutama kapasitas guru dalam mengajar serta pelayanan peserta didik. Mengingat perkembangan dunia yang sangat pesat terutama dalam bidang teknologi yang mengupayakan digitalisasi dalam berbagai sektor untuk menuju generasi emas pada tahun 2045.

Generasi yang mengunggulkan jiwa Pancasila berfokus pada pendidikan karakter guna menghadapi dinamika masa depan.

Berdasarkan hal tersebut diperlukan upaya optimalisasi proses mengajar guru yang dipantau melalui supervisi akademik.

Advertisement

Menurut Mulyasa (2002) supervisi adalah kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh seorang profesional untuk membantu guru dalam memperbaiki bahan, metode, dan evaluasi pengajaran dengan melakukan stimulasi, koordinasi, dan bimbingan secara kontinyu agar guru menjadi lebih perfeksional dalam meningkatkan tujuan sekolah.

Hasil pemantauan dan observasi supervisi akademik sebagian guru ditemukan hal-hal sebagai berikut:

1. Hasil prestasi siswa belum maksimal, kurangnya inisiatifnya guru dalam mengembangkan proses pembelajaran dalam mengajar belum maksimaln sesuai RPP.

Advertisement

2. Sering sekali tidak membawa media dan alat peraga saat melaksanakan proses pembelajaran.

3. Kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan saat proses pembelajaran.

4. Assesmen pembelajaran yang masih belum sesuai dengan pedoman.

5. Guru masih jarang mengaitkan pembelajaran dengan dunia nyata.

6. Literasi dan numerasi rendah ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) masih relatif sedang untuk menuju ke TP (Tujuan pembelajaran) sehingga CP (Capaian Pembelajaran) sehingga hasilnya belum maksimal.

Supervisi menurut Glickman (2007) adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran.

Sedangkan menurut Fischer, supervisi adalah suatu proses pengawasan menguatkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran berkontribusi untuk meningkatkan kualitas peserta didik.

Berdasarkan pendapat kedua ahli tersebut penulis melaksanakan tupoksi sebagai kepala sekolah melalui upaya optimalisasi peningkatan mengajar melalui supervisi akademik khususnya di SDN Ngluwar 2.

Strategi pelaksanaan supervisi dilakukan dengan perencanaan, pengawasan, evaluasi, dan tindak lanjut.

Perencanaan dimulai dari merumuskan tujuan, menetapkan jadwal, memilih pendekatan, teknik dan modal serta menyiapkan instrumen.

Pengawasan dilaksanakan dengan observasi perilaku guru dan kesiapannya serta melihat administrasi (RPP, bahan ajar, silabus, prota, promes, analisis, evaluasi) serta pembuatan catatan.

Catatan hasil supervisi memberikan informasi secara human relations, informatif, partisipatif, persuasif, dan komunikasi interpersonal secara objektif agar guru lebih komperehensif. Artinya harus ada yang positif berupa kemajuan dan perubahan.

Pada dasarnya supervisi harus lebih fokus pada pengembangan kemampuan guru sebab mereka sebagai ujung tombak keberhasilan di sekolah.

Maka, umpan balik setelah pelaksanaan supervisi mutlak dilakukan agar guru mengetahui kelebihan dan kelemahannya sehingga memperbaiki proses pembelajaran menjadi lebih efektif. (nop/lis)

 

Oleh: Siti Setyawati, S.Pd.

Kepala SDN Ngluwar 2, Kec. Ngluwar, Kabupaten Magelang

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mengubah Supervisi Sekolah: Dari Formalitas Berkas Menuju Budaya Belajar Berbasis Data

Mengubah Supervisi Sekolah: Dari Formalitas Berkas Menuju Budaya Belajar Berbasis Data

Sebagai kepala sekolah di SMPN 2 Satu Atap Klambu, Kabupaten Grobogan, penulis terus meyakini bahwa pola lama ini tidak boleh dibiarkan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer