Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belajar Limit Fungsi Trigonometri Lebih Asyik dengan Make a Match

T
Penulis: Tasropi❯

 


Advertisement

 

Afsya Fetti Apsari, M Pd
Afsya Fetti Apsari, M Pd

RADARSEMARANG.ID, Matematika adalah ilmu pasti yang berkenaan dengan suatu penalaran. Perkembangan ilmu matematika tidak pernah berhenti.

Hal ini karena matematika masih dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Matematika memiliki keterkaitan dengan dengan konsep abstrak.

Advertisement

Matematika merupakan salah satu ilmu yang banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, penguasaan terhadap konsep matematika, baik matematika dasar maupun matematika lanjutan adalah hal yang sangat diperlukan.

Matematika mengajarkan kita untuk konsisten, bekerja keras, pantang menyerah, tekun, teliti dalam pemecahan-pemecahan masalah matematika. Maka tidak heran, seorang pecinta matematika akan mempunyai karakter di atas.

Advertisement

Meski demikian, tidak dipungkiri, matematika bagi sebagian siswa masih dianggap sesuatu yang sangat sulit untuk dipelajari.

Terlebih lagi, ketika siswa mendengar kata “trigonometri”, yang terbayang dalam benak mereka adalah banyaknya rumus-rumus yang ada dalam materi ini.

Ditambah lagi ada awalan kata “limit”, hal ini menjadi sesuatu yang wow….. sampai-sampai muncul kata-kata “limit itu bikin limut”.

Sehingga banyak siswa yang malas untuk mempelajarinya. Inilah sebenarnya sebuah tantangan bagi seorang guru untuk membuat pembelajaran matematika menjadi lebih mengasyikkan.

Bagaimana membawa suasana kelas menjadi lebih hidup dan lebih berwarna?

Oleh karenanya, penulis mencobakan sebuah model pembelajaran make a match dalam pembelajaran “Limit Fungsi Trigonometri”.

Model pembelajaran make a match adalah model pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih menyenangkan.

Model pembelajaran make a match juga merupakan model kooperatif learning. Sehingga siswa tidak belajar sendiri. Mereka belajar secara berkelompok.

Dengan demikian, siswa akan merasa lebih senang dan lebih semangat dalam memecahkan tiap permasalahan yang ada. Faktanya siswa lebih nyaman ketika bertanya dengan teman, dibanding dengan gurunya.

Dalam pelaksanaan model pembelajaran make a match, siswa diminta mencari pasangan dari kartu soal.

Yaitu, kartu jawaban yang dipegang oleh siswa lain. Hal ini sejalan dengan pendapat (Shoimin, 2014: 98) yang menyatakan model pembelajaran make a match adalah siswa diminta untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau pertanyaan materi tertentu dalam pembelajaran.

Pada model pembelajaran make a match diawali dengan guru menyampaikan materi tentang limit fungsi trigonometri. Dalam menyampaikan materi, guru menggunakan bahan ajar berupa power point, sehingga siswa lebih interaktif.

Ketika guru menyampaikan contoh penyelesaian soal, siswa dipandu untuk berpikir terlebih dahulu.  

Baru guru menampilkan penyelesaian tahap demi tahap. Kelebihannya lagi, guru tidak monoton berada di depan papan tulis.

Bisa sambil berkeliling kelas. Kemudian guru membagikan kartu soal dan kartu jawaban pada siswa yang lain.

Guru mempersilakan siswa untuk menyelesaikan soal pada kartu soal yang didapat, dengan berdiskusi bersama teman semejanya.

Model make a match membuat siswa lebih aktif dan lebih termotivasi untuk menemukan jawaban dari kartu soal. Karena ia dituntut untuk menemukan pasangan dari kartu soal tersebut.

Hal ini juga akan melatih keterampilan siswa dalam mencari solusi dari permasalahan. Ketepatan, kecepatan waktu, kecepatan berpikir, juga dilatih dalam model pembelajaran make a match.

Walaupun begitu, model pembelajaran make a match juga memiliki kelemahan seperti memerlukan waktu yang lama. Di samping itu, guru juga butuh waktu khusus untuk mempersiapkan kartu soal dan kartu jawaban.

Hal ini dikarenakan soal-soal yang diberikan juga harus sangat variatif. Tetapi model pembelajaran make a match juga memiliki kelebihan dibandingkan dengan model pembelajaran yang lain.

 

 

Oleh: Afsya Fetti Apsari, M Pd

Guru SMA Negeri 1 Comal, Kabupaten Pemalang

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer