Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siswa Semakin Antusias Belajar Matematika dengan “PBL Katung”

T
Penulis: Tasropi❯

 

Sri Suratmi, S.Pd.
Sri Suratmi, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran merupakan interaksi antara guru dan siswa, di mana terjadi komunikasi yang intens dan terarah dalam rangka mencapai tujuan yang akan dicapai.


Advertisement

Proses pembelajaran yang baik memerlukan proses interaksi oleh semua komponen yang terlibat dalam pembelajaran, baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.

Beberapa aspek dalam proses interaksi yang baik di dalam pembelajaran yaitu memberikan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

Advertisement

Keberhasilan suatu pembelajaran dilihat dari hasil selama proses belajar mengajar. Namun, pada kenyataannya hasil belajar yang diperoleh siswa tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh guru, terutama mata pelajaran matematika. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Penyebab  rendahnya hasil belajar matematika siswa di antaranya: siswa kurang berminat terhadap pelajaran matematika, materi bersifat abstrak dan penggunaa media yang kurang tepat.

Untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam pembelajaran matematika, perlu dilaksanakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.

Advertisement

Salah satu pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif adalah model pembelajaran berbasis masalah.

Model pembelajaran berbasis masalah membiasakan siswa untuk berpikir secara divergen. Sebagaimana  yang dinyatakan bahwa dengan adanya masalah menuntut siswa untuk mengembangkan pola pikirnya dalam memecahkan masalah tersebut.

Disamping itu, salah satu tujuan siswa dilatih menyelesaikan masalah dengan menggunakan pemecahan masalah (problem solving), salah satu satunya adalah untuk meningkatkan motivasi dan menumbuhkan sifat kreatif.

Penulis mencoba menerapkan model pembelajaran "PBL Katung” di SMA Negeri 2 Wonogiri, khususnya kelas yang penulis ampu, yaitu kelas XI  pada materi Komposisi Fungsi.

Yang dimaksud PBL Katung di sini adalah Problem Based Learning Kelompok Berhitung. Dalam pembelajaran, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 4- 5 siswa dengan cara berhitung.

Jadi, bukan guru atau siswa yang menentukan anggota kelompoknya. Nomor yang sama menjadi satu kelompok.

Sehingga dalam kelompok itu kadang ada temannya yang mungkin tidak akrab. Dengan kelompok berhitung ini mereka jadi bisa kenal lebih akrab dan saling membantu.

Tiap kelompok kita berikan beberapa soal untuk dikerjakan. Setiap siswa dalam kelompok tersebut diberikan tanggung jawab untuk mengerjakan soal sesuai pembagian yang diberikan oleh ketua kelompoknya.

Dari kelompok  tersebut, ada siswa yang ditugasi berkunjung ke kelompok lain untuk membantu menjelaskan soal yang belum dimengerti dari kelompok yang dikunjungi.

Maka dengan PBL Katung ini, setiap siswa jadi lebih termotivasi dan antusias untuk dapat  menguasai materi.

Karena mereka mempunyai tanggung jawab jika ditunjuk untuk berkunjung ke kelompok yang lain.

Mereka harus bisa menerangkan soal yang belum dikuasi oleh kelompok tersebut. Karena penulis menginginkan siswa lebih termotivasi untuk belajar matematika, yang ke depannya bisa bermanfaat untuk masa depan mereka sendiri maupun orang lain.

Dibanding dengan pembelajaran yang lain selama ini, pembelajaran PBL Katung lebih menarik dan siswa lebih aktif selama pembelajaran.

Selama ini, penulis sudah mencoba dengan model pembelajaran yang lain juga, tetapi yang paling cocok diterapkan di sekolah penulis adalah pembelajaran PBL Katung.

Siswa yang biasanya malas jadi tergugah untuk belajar lebih serius. Sehingga dengan PBL Katung ini prestasi siswa diharapkan menjadi lebih meningkat dari sebelumnya. (on/aro)

Sri Suratmi, S.Pd. Guru Matematika SMA Negeri 2 Wonogiri

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer