
Oleh : RR Lakhsmi Handayani S.Pd.
RADARSEMARANG.ID, MATA pelajaran Perbankan Dasar memuat berbagai materi mengenai dunia perbankan termasuk diantaranya simpanan dan pembiayaan (kredit).
Kegiatan menyimpan uang di bank telah menjadi kegiatan yang umum di kalangan masyarakat.
Namun bagi peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Salatiga, simpanan (menabung) apalagi kredit perbankan masih menjadi hal baru.
Oleh karena itu, dalam kegiatan pembelajaran perbankan dasar, bahan ajar yang digunakan belum berbasis kontekstual.
Hal tersebut mengakibatkan peserta didik belum memahami materi simpanan dan kredit perbankan.
Perlu adanya pengembangan bahan ajar yang menarik dan dapat memudahkan peserta didik memahami materi simpanan dan kredit perbankan.
Untuk itu perlu bahan ajar yang dikembangkan berbasis kontekstual, dimana materi simpanan dan kredit perbankan dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
Model pembelajaran yang dipilih untuk diterapkan pada kegiatan pembelajaran adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
Model pembelajaran PBL merupakan pembelajaran yang menyajikan permasalahan dunia nyata untuk dilakukan penyelidikan dan analisa oleh peserta didik.
Tujuannya adalah untuk memperoleh deskripsi atas :
1) aktivitas guru dalam penerapan model pembelajaran PBL.
2) aktivitas peserta didik dalam penerapan model pembelajaran PBL
3) pencapaian hasil belajar peserta setelah penerapan model pembelajaran PBL
4) respon peserta didik kelas X Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Negeri 1 Salatiga atas penerapan model pembelajaran PBL.
Untuk materi simpanan dan pembiayaan, saya memilih kegiatan bermain peran dengan lokasi di Bank Mini yang merupakan bank praktikan untuk peserta didik jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga.
Kegiatan awal yang dilakukan adalah membuat kelompok terdiri atas 5 siswa, masing–masing kelompok membagi tugas dan peran yang akan dilakukan dan kemudian peserta didik mendokumentasi kegiatan tersebut dalam kelompoknya masing–masing.
Setelah kelompok terbentuk, masing–masing kelompok tersebut menuju Bank Mini. Peserta didik satu kelas menuju Bank Mini, lalu guru memberi pengarahan tentang apa yang akan dilakukan sesuai teori yang disampaikan ketika di kelas.
Setelah mendapat pengarahan, masing–masing kelompok mengamati cara kerja siswa yang sedang magang dan guru yang bertugas di Bank Mini tentang tata cara membuka rekening tabungan, menabung sampai dengan pengambilan tabungan (simpanan).
Siswa juga wajib mengamati proses pembiayaan/kredt di Bank Mini, mulai dari cara mengajukan kredit, pencairan kredit sampai dengan anggsuran yang dilakukan perbulannya.
Siswa diberi contoh perhitungan angsuran kredit, dijelaskan sistem bagi hasil yang digunakan.
Setelah semua siswa memahami tentang simpanan dan kredit, giliran per kelompok bermain peran dalam Bank Mini.
Ada yang berperan sebaga teller, bendahara Bank Mini, manager Bank Mini, tenaga administrasi dan nasabah.
Mereka berperan sesuai dengan tugas masing–masing dan didokumentasi oleh kelompoknya sendiri.
Setelah semua kelompok mendapat giliran bermain peran, kemudian siswa mengisi lembar kerja dan mengolah dokumentasi tersebut di kelas.
Tiap kelompok membuat laporan portopholio dan mendokumentaikan kegiatan menabung dan kegiatan pembiayaan (kredit), hasil dokumen didiskusikan perkelompok, setelah dokumentasi lengkap, video tersebut dipresentasikan per kelompok di depan kelas menggunakan media laptop dan LCD.
Kegiatan bermain peran, menyususun laporan pada lembar kerja, mendokumentasi sampai dengan dipresentasikan di depan kelas, siswa menjadi mengerti dan lebih mudah memahami materi simpanan dan kredit, karena mereka praktik langsung dengan dipandu oleh guru yang mangajar.
Jika dibandingkan sebelum dilakukannya kegiatan bermain peran di Bank Mini, ketika dilakukan evaluasi penilaian.
Maka sangat berbeda jauh prestasi yang diraih, antara sebelum bermain peran di Bank Mini dengan setelah dilakukan kegiatan bermain peran.
Berdasarkan kegiatan bermain peran untuk materi simpanan dan pembiayaan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Salatiga. (igi2/ida)
Oleh : RR Lakhsmi Handayani S.Pd.
Guru SMK Negeri 1 Salatiga
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

