RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Lebaran menjadi momentum para petani dan penjual bunga tabur untuk tampil.
Harga mawar tabur di sentra bunga Bandungan Kabupaten Semarang mengalami kenaikan drastis.
Saat ini, harga per tenggok atau wadah bunga mawar tabur mencapai kisaran Rp 400.000.
Jauh melebihi harga pada hari biasa yang hanya Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per tenggok. Meski naik, pembeli masih tetap rame.
Seorang petani bunga Sunarso mengatakan saat inilah momentum petani bunga mendapat keuntungan lebih.
Ia melanjutkan Rabu (18/3) malam lalu harga bunga bahkan sampai Rp 400.000 hingga Rp 450.000 per tenggok.
Meski saat ini harga bunga mengalami kenaikan, rekor harga tertinggi justru terjadi saat bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa atau bulan Sya'ban dalam kalender Islam.
"Karena harganya bisa mencapai Rp 550.000 per tenggok,"ungkapnya. Sabtu (20/3).
Kenaikan harga yang tinggi ini karena adanya peningkatan permintaan.
Bahkan para penjual tidak hanya melayani pembeli dari Kabupaten Semarang dan sekitarnya, tetapi juga dari luar provinsi.
Pedagang dan pengepul dari Yogyakarta, Cirebon dan Majalengka, Jawa Barat juga membeli bunga mawar tabur dari hasil petani di wilayah Bandungan ini.
Sementara Mujianto, petani bunga yang lain, mengakui saat ini memang ada kenaikan harga. Dirinya menjualnya Rp 400.000 per tenggok.
Tapi harganya memang naik turun. Kamis (19/3) pagi lalu turun lagi. Sementara sore sudah naik lagi di Rp 300.000 hingga Rp 350.000 per tenggok. Kenaikan harga bunga tabur ini karena permintaan yang cukup tinggi.
Bunga tabur digunakan untuk ziarah ke makam.
Salah satu pembeli dari Kota Semarang Bili Wang 39 mengaku pasrah jika harga bunga naik. Meski harganya naik dirinya juga tetap membeli untuk keperluan ziarah ke makam.
"Wajar sih kalau mremo, sudah biasa. Tetap saja dibeli. Tadi harganya sebesek kecil Rp 50 ribu. Biasanya Rp 15 sampai Tp 20 ribu,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi