Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Durian Tuntang Diserbu Pembeli, Sehari Sehari Bisa Terjual 250 Buah

Maria Novena Sinduwara • Selasa, 6 Januari 2026 | 14:04 WIB

Durian Tuntang saat diserbu pembeli. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Durian Tuntang saat diserbu pembeli. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
 

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Durian Tuntang Kabupaten Semarang masih menjadi primadona. Salah satu penjual durian Tuntang Ratih Puspitasari mengaku sehari 250 buah terjual.

Dirinya yang sudah meneruskan jualan hingga generasi ke 3 ini mengaku momen pergantian tahun menjadi ladang penjual durian. 

"Kami ada pohon sendiri dibelakang kalau panen 150 dan dapat setoran 20 sampai 25 buah. Sehari 250 buah terjual. Paling rame kemarin desember ketika pergantian tahun. Sama ini nanti ketika lebaran,"jelasnya. Selasa (6/1).

Pembeli pun dari berbagai daerah, baik dari Semarang, Jakarta, hingga Surabaya. Jenis lokalan yang dijual mulai petruk mrican, ketan, muzaking, bawur, motong, duri hitam, tembaga, matahari.

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu. Masa panen mulai November hingga April.

Namun saat panen ke dua sempat gagal. Kegagalan panen dikarena cuaca hujan sehingga bunga gugur. Ratih sendiri mengaku tidak doyan duren. Untuk menentukan rasa dari durian jualannya dengan mencium aroma dari durian tersebut.

Ratih mengaku ketika tidak musim durian dirinya tetap jualan, namun mengadopsi dari daerah lain seperti Wonosobo, Pekalongan, Boja Kendal. Khusus bulan Oktober durian dari Sumatera.  

"Dari baunya saja. Mau yang manis, pahit atau manis pahit. Sejak kecil tidak suka tapi orang tua dari nenek, ibu saya sudah jualan. Ini saya teruskan.Enam bulan jualan enam bulan libur. Satu bulan di bulan Oktober dari sumatera. Kalau dari luar lebih murah tapi resiko gagal,"lanjutnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#Tuntang #durian