Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Sekolah Tani Milenial 2025 Luluskan 12 Angkatan

Maria Novena Sinduwara • Kamis, 13 November 2025 | 23:57 WIB
Bupati Semarang Ngesti Nugraha serahkan penghargaan kepada petani miliar di acara Penutupan Sekolah Tani Milenial 2025. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Bupati Semarang Ngesti Nugraha serahkan penghargaan kepada petani miliar di acara Penutupan Sekolah Tani Milenial 2025. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang secara resmi menutup Sekolah Tani Milenial 2025.

Program unggulan Pemerintah Kabupaten Semarang ini dilaksanakan sejak bulan September hingga November 2025 dengan total ada 12 angkatan dengan toatal 480 peserta.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang Moh Edy Soekarno mengatakan untuk lokasi pusat pelatihan Sekolah Tani Milenial 2025 ini berada di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan (P4S) Citra Muda yang berada di Dusun Sidomukti, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan.

Pembelajaran dilakukan setiap hari sejak jam 07.30-16.00 untuk semua tingkatan. Edy merinci tujuan dari adanya program Sekolah Tani Milenial 2025 ini ada banyak, mulai dari menumbuhkan jiwa kewirausahaan (agropreneurship) di kalangan generasi milenial.

Untuk membekali para petani milenial ini dengan pengetahuan tentang teknik budidaya modern hingga smart farming yang ada saat ini. 

"Sekolah Tani Milenial 2025 ini juga untuk meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan inovasi para generasi muda dalam mengelola usaha pertanian modern berbasis teknologi dan pasar. Sekaligus untuk mendorong terbentuknya komunitas petani muda yang juga kami harapkan bisa saling berkolaborasi, khususnya dengan Pemda Kabupaten Semarang, dan pihak-pihak pertanian lainnya,"ungkapnya. Kamis (13/11).

Selain itu Edy mengatakan sumber dana yang digunakan dalam pelaksanaan Sekolah Tani Milenial 2025 ini dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 591.510.300 dengan total 480 peserta dari total 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Semarang.

Ke 480 peserta Sekolah Tani Milenial 2025 ini terbagi dalam lima klaster, yaitu ada klaster kopi, klaster tembakau, pangan, hortikultura, dan klaster biofarmaka.

Kegiatan para peserta pun ada pembuatan pupuk organik, dasar-dasar kewirausahaan, manajemen kelembangaan petani, pengolahan hasil pertanian, pemasaran produk, branding, dan digital marketing, serta presentasi berbagai ide-ide bisnis pertanian.

Dengan demikian para peserta yang sudah menyelesaikan pendidikannya itu mendapat perbekalan pengetahuan dan keterampilan soal sektor pertanian.

Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyampaikan melalui suksesnya program Sekolah Tani Milenial 2025 yang dijalankan oleh Pemda Kabupaten Semarang ini dirinya berharap para petani milenial ini bisa memajukan sektor pertanian di Kabupaten Semarang.

Apalagi saat ini juga ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat membutuhkan produk-produk pertanian yang cukup besar sehingga Ngesti menilai ini merupakan peluang untuk petani milenial berkarya.

"Jumlahnya pun juga semakin bertambah pesertanya, tahun lalu 2024 ada 450 peserta, dan di Sekolah Tani Milenial tahun 2025 ini ada 480 peserta, dan harapan kita peserta yang sudah menyelesaikan sekolahnya di Sekolah Tani Milenial ini bisa menjadi penggerak petani milenial baik di dusun dan di desa masing-masing,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#Sekolah Tani