Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sambut Hari Pangan, Dispertanikap Kabupaten Semarang Siapkan 5 Ton Komoditas Pokok dengan Harga Murah

Maria Novena Sinduwara • Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:21 WIB

Dispertanikap Kabupaten Semarang saat gelar gerakan pangan murah sambut hari Pangan di Halaman Kantor Dispertanikap Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang 
Dispertanikap Kabupaten Semarang saat gelar gerakan pangan murah sambut hari Pangan di Halaman Kantor Dispertanikap Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang 
 

  

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang dalam hal ini Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang gelar gerakan pangan murah. Kegiatan tersebut dilakukan peringati Hari Pangan Sedunia.

Ada lima ton komoditas pokok yang disediakan secara rinci ada tiga ton beras dari gapoktan, satu ton SPHP, 300 kilogram telur ayam, 300 paket sayuran, 150 bungkus bawang merah dan putih.

Kepala Bidang Pangan Dispertanikap Kabupaten Semarang Lendi Ageng Kurnia mengatakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat Dispertanikap menggelar gerakan pangan murah. Pihaknya menerangkan dari gerakan ini juga untuk menstabilkan harga pasokan di pasar.

Secara rinci pihaknya menjelaskan ada beras dari gapoktan dengan harga Rp 58 ribu per lima kilogram.

Sedangkan dari bulog Rp 57 ribu. Telur perkilo Rp 25 ribu. Minyak kita Rp 15.500, bawang merah perbungkus dengan berat sepertiga kilogram Rp 11 ribu bawang putih Ro 10 ribu. Ada juga sayuran dengan Rp 10 ribu perpaket. 

"Tentunya untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Harga ini memang lebih murah dari pasar karena kita memiliki fasilitas distribusi. Kita support perbarang Rp 2 ribu ini per kilonya. Kita optimalkan untuk binaan kita yang ada di pertanian,"ungkapnya saat ditemui. Kamis (16/10).

Sejak pukul 8 pagi warga Kabupaten Semarang sudah antri untuk menukarkan fotokopi KTP dengan kupon.

Kupon tersebut yang digunakan untuk membeli barang yang diinginkan. Tahun ini Lendi mengatakan tidak ada balasannya terkiat pembelian.

Warga dari luar Kabupaten Semarang pun bisa ikut membeli komoditas pokok yang disediakan.

Kondisi yang ada di pasaran terkiat harga telur Lendi mengatakan memang karena harga pakan ternak untuk jagung masih tinggi, belum lagi permintaan pasar juga meningkat sehingga membuat harga telur di pasaran diangka Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu. 

"Jelas karena harga jagung agak tinggi sehingga peternak agak kesulitan. Kemudian permintaan, demandnya untuk telur saat ini besar. Kegiatan MBG ini sangat menguntungkan peternak karena hampir setiap hari meraka harus keluar telur. Tentunya harga cukup naik,"lanjutnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#pasar murah #ungaran