Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Luka Bakar 32 Persen, Sempat Infeksi, Kasus Bocah Dibakar Temannya

Maria Novena Sinduwara • Selasa, 18 Juli 2023 | 18:55 WIB
RAWAT INAP : Suasana Rumah Sakit Umum Daerah dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa tempat Sherly dirawat. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
RAWAT INAP : Suasana Rumah Sakit Umum Daerah dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa tempat Sherly dirawat. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Keadaan Sherly Putri Sugianto, 7, anak perempuan Dusun Doplang II, Desa Pakis, Kecamatan Bringin yang dibakar temannya mulai membaik.

Meski demikian, Sherly masih menjalani perawatan di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa karena luka bakar yang dideritanya.

"Alhamdullilah kondisi stabil, luka bakarnya mulai membaik. Setelah pulang paksa itu memang ada infeksi, anaknya sudah merasakan gatal di bagian lukanya." ungkap Direktur RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa Hasti Wulandari Senin (17/7).

"Artinya saat ini lukanya sedang tumbuh jaringan baru," lanjutnya.

Hasti dan tim dokter RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa melihat luka bakar yang dialami Sherly memang butuh penanganan khusus.

Bahkan puskesmas terdekat dari rumah Sherly pun tidak berani mengganti perban. Sehingga perlu ada pendampingan khusus dari pihak rumah sakit.

"Kondisi lukanya 32 persen dari tubuh. Dari punggung hingga pantat ke paha bagian belakang hingga sedikit ke bagian alat kelamin,” jelasnya. 

Saat ini Sherly dirawat dalam ruang terpisah dengan pasien lain. Sebab itu membutuhkan perhatian lebih. Wartawan radarsemarang.id juga tidak diperkenankan menengok ke dalam ruang perawatan.

“Memang saat ini kami sendirikan. Terlebih saat pembersih luka harus kami bius dan itu masuk ruang operasi karena memang anaknya kesakitan. Jadi bukan operasi yang membedah jaringan kulit,"lanjutnya.

Berkaitan dengan kesembuhan, Hasti tidak mau berspekulasi. Sebab Sherly belum diizinkan pulang dan rawat jalan. Ditakutkan akan mengalami infeksi lagi sehingga luka tak kunjung kering.

Tak hanya perawatan pembersihan luka bakar, nutrisi yang dikonsumsi Sherly pun dipantau oleh RSUD. Hal ini pun menjadikan salah satu faktor penting cepatnya penyembuhan.

"Untuk biaya gratis. Semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Semarang. Kemarin juga sudah kami daftarkan BPJS, namun baru bisa dipakai nanti bulan Agustus," jelasnya.

Sementara itu Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih mengaku akan mendampingi kroban. Pendampingan dilakukan untuk pemulihan psikologi Sherly.

"Kami berharap korban bisa segera pulih sehingga bisa dimintai informasi siapa pelakunya dan ke depan tidak lagi terulang kasus-kasus seperti ini. Kami akan bantu semaksimal mungkin untuk korban ini bisa pulih kembali," jelasnya. (ria/ton)

Editor : Agus AP
#RSUD dr Gunawan Mangunkusumo #Kabupaten Semarang