Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Jam, Beras Lima Ton dari Pemkab Semarang Ludes

M

Warga Ungaran dan sekitarnya saat antri membeli bahan pokok di halaman Kantor Dispertanikap di Sidomulyo, Ungaran Timur, Jumat (13/3) pagi. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Warga Ungaran dan sekitarnya saat antri membeli bahan pokok di halaman Kantor Dispertanikap di Sidomulyo, Ungaran Timur, Jumat (13/3) pagi. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang


Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang gelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu warga memenuhi kebutuhan jelang Lebaran.

Kali ini Pemerintah Kabupaten Semarang dalam hal ini Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) bekerjasama dengan Polres Semarang untuk kegiatan tersebut.

Belum dua jam hampir seluruh bahan pokok habis terjual. Paling laris ada minyak goreng, cabai, telur, dan beras.

Advertisement

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang Moh Edy Sukarno mengatakan ada tiga kali kegiatan GMP yang diselenggarakan. Sebelumnya ada di Bergas, dan Bawen.

Kegiatan tersebut diungkapkan Edy dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Jateng untuk menjaga kestabilan harga kebutuha pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kali ini pihaknya bekerjasama dengab Polres Semarang, Bulog, dan Champion Cabai untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok. 

Advertisement

"Kegiatan ini juga kami menggandeng pelaku usaha mikro dan kecil untuk menjajakan barang dagangannya. Ini juga untuk menjaga harga pangan tetap stabil,"ungkapnya. Jumat (13/3).

Sementara itu Kepala Bidang Pangan Lendi Agung Kurnia melaporkan GPM kali ini menyediakan 3,5 ton beras SPHP dari Bulog, beras medium 2 ton, 800 liter minyak goreng, 60 kg Cabe dalam 300 bungkus, 200 kg gula dan 300 kg telur. Semua komoditas dijual dibawah harga pasar.

Beras SPHP dalam kemasan 5 kg dijual Rp 57 ribu dibawah harga pasar Rp 62 ribu. Beras Medium 5 kg dijual Rp 59 ribu harga pasar Rp 70 ribu.

Telur ayam dijual Rp 25.500 dengan harga pasar Rp 29 ribu. Minyak goreng dijual Rp 15 ribu dengan harga pasar Rp18 ribu dan gula pasir dijual Rp 17.500 sedangkan harga di pasar Rp18 ribu.

Seorang pembeli Mutmakonah 60 mengaku senang ada pasar murah kebutuhan pokok. Ia menilai ini sangat membantu apalagi jelang Idul Fitri semua harga bahan pokok melambung tinggi. 

"Senang dibantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,"pungkasnya.(ria)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pecah Ban Belakang, Bus Bandung Express Oleng dan Terguling di Jalan Lingkar Ambarawa

Pecah Ban Belakang, Bus Bandung Express Oleng dan Terguling di Jalan Lingkar Ambarawa

Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Lingkar Ambarawa (JLA) Bawen menuju JLA Ngampin. Tepatnya di dekat Toko Sepeda Hani, Dusun Talun, Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Inventor Terus Meningkat, Trenova Diharapkan Tekan Stunting di Kabupaten Semarang

Inventor Terus Meningkat, Trenova Diharapkan Tekan Stunting di Kabupaten Semarang

Antusiasme masyarakat Kabupaten Semarang dalam berinovasi terus meningkat. Pada Lomba Inovasi Daerah (Trenova) tahun 2026, jumlah inventor yang masuk mencapai 107 inventor.

Dicari Kepala Dinas Baru! Tiga Jabatan Strategis di Pemkab Semarang Minim Pendaftar

Dicari Kepala Dinas Baru! Tiga Jabatan Strategis di Pemkab Semarang Minim Pendaftar

Pemerintah Kabupaten Semarang membuka seleksi terbuka untuk mengisi di sembilan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT) atau kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer