Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Batik Patron Asli Ambarawa Sudah Diproduksi Sejak Masa Penjajahan Belanda

Agus AP
Penulis: Agus AP❯
 Para istri Forkopimda, dan Ibu-ibu TP PKK Kota Salatiga saat mengikuti Fashion Show RA Kartini, Selasa (31/5). (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
 Para istri Forkopimda, dan Ibu-ibu TP PKK Kota Salatiga saat mengikuti Fashion Show RA Kartini, Selasa (31/5). (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Kabupaten Semarang memiliki warisan nusantara berupa batik Patron. Eksistensi batik khas Ambarawa itu, terus diangkat di berbagai event agar tetap lestari. Tak terkecuali dalam peringatan Hari Kartini yang digelar di rumah dinas bupati Rabu (21/4/2021).

Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia Ambarawa (PBIA) Diana Satyarini mengatakan, batik Patron merupakan batik asli Ambarawa yang diproduksi pada masa penjajahan Belanda, tahun 1800- an. Batik Patron memiliki corak klasik dan warna sogan atau didominasi warna coklat.

"Tahun lalu tidak menggelar sama sekali acara ketika Kartini. Ini kami mencoba mengelar kembali. Tentu dengan prokes. Kami ingin warga Kabupaten Semarang mengetahui batik Patron," katanya di sela peringatan Hari Kartini di pendapa rumah dinas bupati Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, animo masyarakat untuk mengetahui sejarah hingga memiliki kain batik Patron mulai banyak. Pihaknya kini sedang mengupayakan adanya galeri batik di Ambarawa. Saat ini sedang berdiskusi dengan Pemkab Semarang dan beberapa pihak ketiga untuk mewujudkannya.

"Mimpi kami ada rumah produksi. Kalau sudah ada rumah produksi, galeri, Ambarawa bisa jadi sentra batik Patron. Ini kan nantinya bisa membantu pemerintah untuk meningkatkan perekonomian," tandasnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang Peni Ngesti Nugraha yang hadir pun menyambut baik apa yang dilakukan oleh PBIA. Peni mengatakan, dengan mengenalkan kembali warisan batik Patron tentu menguatkan identitas Ambarawa yang merupakan bagian dari Kabupaten Semarang. Ia juga berharap batik tersebut dapat terus lestari seiring perempuan Kabupaten Semarang yang berdikari. (ria/zal)

 

 

 

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Sekadar Hiasan, Mural di Benteng Pendem Ambarawa Bawa Pesan Tertib Berlalu Lintas

Bukan Sekadar Hiasan, Mural di Benteng Pendem Ambarawa Bawa Pesan Tertib Berlalu Lintas

Sepuluh gambar mural terlihat dari halaman Benteng Fort Willem I Ambarawa.

Rumah Terduga Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa Didatangi Warga, Polisi Perketat Pengamanan

Rumah Terduga Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa Didatangi Warga, Polisi Perketat Pengamanan

Jumat (7/8) malam puluhan warga datangi Green Ambarawa Residence Kabupaten Semarang rumah tersebut diketahui rumah salah satu terduga pelaku kasus dugaan perampokan Royal Phone.

Kronologi Dugaan Perampokan di Konter HP Royal Phone Ambarawa, Pemilik Belum Diketahui Keberadaannya

Kronologi Dugaan Perampokan di Konter HP Royal Phone Ambarawa, Pemilik Belum Diketahui Keberadaannya

Kronologi dugaan perampokan terjadi di konter telepon seluler Royal Phone yang berada di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kamis (6/8).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer