Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beban Target dan Penolakan Warga, 15 Petugas Sensus Ekonomi di Semarang Mengundurkan Diri

M

 


Advertisement

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang Nur Ihklas.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang Nur Ihklas.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Lima belas petugas sensus ekonomi di Kabupaten Semarang mengundurkan diri. Pengunduran diri tersebut dilakukan ditengah perjalanan pekerjaan yang belum terselesaikan. Berbagai alasan ditemukan BPS Kabupaten Semarang atas mundurnya para petugas.

Salah satunya psikis beban di tolak saat menjalakan pekerjaan. Petugas sensus ekonomi di Kabupaten Semarang ada 1.065 petugas. Satu petugas mengerjakan 500 usaha atau keluarga dalam waktu satu setengah bulan. 

Advertisement

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang Nur Ihklas menceritakan dari total 19 kecamatan kegiatan door to door oleh petugas dalam pendataan sudah berjalan hingga 57 persen. Meskipun 15 petugas melakukan pengunduran diri Nur Ihklas beroptimis bisa terselesaikan sesuai jadwal.

Diakuinya juga dalam melakukan tugasnya para petugas cukup kesulitan. Penolakan dari masyarakat pun tak luput dari kegiatan pendataan. Sehingga target tidak terpenuhi.

Advertisement

"Jadi dari 15 yang mengundurkan diri itu kebanyakan memang karena keinginan pribadi mereka yang tidak mampu memenuhi target. Jadi standarnya lumayan tinggi. Satu petugas menyeledaikan 500 usaha atau keluarga yang didata. Sedangkan namanya menjadi mitra bebas itu kan tidak gampang ketemu masyarakat. Mungkin masih ada yang ditolak,"ungkapnya saat ditemui. Senin (20/7).

Alasan para petugas mengundurkan diketahui ada yang keterima kerja di tempat lain, keterima kuliah, hingga beban mental. Diakuinya beban psikis akibat penolakan saat pendataan ditemui pada petugas sensus ekonomi di tahun 2026 ini.

Bahkan ada juga petugas sensus ekonomi tahun 2026 di Kabupaten Semarang sempat sakit hingga diopname saat mengerjakan pendataan ke masyarakat. 

Akibatnya pengunduran diri yang dilakukan petugas, BPS mengakui kerepotan. Pasalnya harus mengulang dari awal lagi, mulai pengrekrutan petugas baru mengadakan pelatihan lagi.

Para petugas yang mengundurkan diri pun diketahui belum bisa menerima honor. Karena sesuai dengan perjanjian belum satu bulan bekerja sehingga belum mendapatkan kompensasi. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Viral Warga Tolak Sensus Ekonomi 2026, Ternyata 4 Pertanyaan Ini Pemicunya

Viral Warga Tolak Sensus Ekonomi 2026, Ternyata 4 Pertanyaan Ini Pemicunya

Banyak warga menolak Sensus Ekonomi 2026. Ternyata 4 pertanyaan sensitif tentang NIK hingga aset ini yang memicu keresahan. Simak penjelasan BPS!

Ramai Isu Pajak Naik Akibat Sensus Ekonomi 2026, BPS Beri Jawaban Ini

Ramai Isu Pajak Naik Akibat Sensus Ekonomi 2026, BPS Beri Jawaban Ini

Banyak warga menolak Sensus Ekonomi 2026. Ternyata 4 pertanyaan sensitif tentang NIK hingga aset ini yang memicu keresahan. Simak penjelasan BPS!

Banyak Penolakan, Ternyata Ini Bocoran Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

Banyak Penolakan, Ternyata Ini Bocoran Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

Banyak warga menolak Sensus Ekonomi 2026. Ternyata 4 pertanyaan sensitif tentang NIK hingga aset ini yang memicu keresahan. Simak penjelasan BPS!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer