Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Guru Nasional, Pemkab Semarang Beri Apresiasi

M

Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyerahkan apresiasi kepada guru di Hari Guru Nasional tahun 2025 di Lapangan Gor Pandanaran Wujil. Selasa (25/11). Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang 
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyerahkan apresiasi kepada guru di Hari Guru Nasional tahun 2025 di Lapangan Gor Pandanaran Wujil. Selasa (25/11). Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang 
 


Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang berikan apresiasi untuk GTK Rp 428 juta di tahun 2025. Hari Guru Nasional tahun 2025 ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Pelaksanaan yang meriah melibatkan semua cabang di 19 kecamatan dengan peserta 4.390an guru yang hadir.

Peserta pun dari berbagai organisasi-organisasi guru seperti persatuan guru NU, persatuan guru Muhammadiyah, PGRI, hingga Himpaudi.

Advertisement

Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sularsi mengatakan Himpaudi baru pertama kali terlibat dalam kegiatan hari guru nasional.

Asih menekankan kegiatan tersebut memperkenalkan kepada semua lapisan guru bahwa hari guru nasional adalah milik bersama, tidak hanya sebagian golongan guru saja.

Sebelumnya Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Semarang menyelenggarakan perlombaan dari berbagi kategori.

Advertisement

"Termasuk anak didik kita dan juga apresiasi GTK. Terkiat anggaran apresiasi untuk dari Pemerintah Kabupaten Semarang sendiri dalam rangka mendukung GTK keseluruhan dari jenjang TK PAUD SD SMP sekitar Rp 428 juta,"jelasnya usai upacara. Selasa (25/11).

Di Hari Guru Nasional ini pihaknya menekankan guru-guru di Kabupaten Semarang lebih lagi memiliki kompetensi yang lebih bagus, lebih maju menuju pembelajaran yang bermutu, sesuai dengan tema tahun ini Guru Kuat Indonesia hebat.

Bahkan guru saat ini pun juga harus bisa membawa hingga membimbing anak-anak menghindari dari hal negatif. Kenakalan remaja di sekolah pun juga masih menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten Semarang.

Meski minim laporan, Disdikbudpora terus melakukan antisipasi. Salah satunya kebijakan penggunaan gadget di lingkungan sekolah yang dibatasi. 

"Salah satunya meminimalisir penggunaan gadget di sekolahan. Apabila sekolah memang memprogramkan penggunaan IT kita memaksimalkan penggunaan laboratorium supaya anak-anak meminimalisir menggunakan HP di sekolah,"lanjutnya.

Sementara itu Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi hasil kerja para guru di Kabupaten Semarang.

Ngesti juga menitipkan kepada seluruh guru untuk terus mengingatkan, mendampingi hingga membimbing siswa siswi dari kenakalan remaja.

Ngesti menilai peranan guru disekolah mampu menguatkan karakter anak didik sehingga kenakalan remaja tidak terjadi.(ria)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jalan Poros Klepu-Pringapus Makin Parah, Warga Berharap Perhatian Pemkab Semarang

Jalan Poros Klepu-Pringapus Makin Parah, Warga Berharap Perhatian Pemkab Semarang

Jalan Poros Klepu-Pringapus kondisinya semakin parah. Kondisi tersebut membuat warga waswas. Hingga kini warga berharap kepada Pemkab Semarang segera melakukan perbaikan. Jangan sampai menunggu korban.

Dorong Program Bupati Semarang, BPJS Ketenagakerjaan Ungaran Gencarkan Sosialisasi Kamar Lindung

Dorong Program Bupati Semarang, BPJS Ketenagakerjaan Ungaran Gencarkan Sosialisasi Kamar Lindung

Program ini merupakan jawaban atas kebutuhan peserta yang peduli terhadap perlindungan dan kesejahteraan pekerja BPU di sekitar mereka.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer