alexametrics


Senja di Pantai Tirang Semarang

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID – Pantai menjadi salah satu destinasi wisata yang disukai banyak orang. Pantai Tirang merupakan satu dari sedikit wisata pantai di Kota Semarang.

Pantai yang berlokasi di Kecamatan Tugu ini mulai dibuka sejak 2006. Sempat sepi, pantai ini kembali ramai dikunjungi setelah viral di media sosial. Harga tiket masuknya cukup murah, yakni Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil.

Panorama indah akan memanjakan mata ketika mengunjungi pantai Tirang. Desiran angin serta ombak yang bergulung menyambut ramah setiap pengunjung yang datang. Mayoritas orang-orang mengunjungi pantai Tirang ketika sore hari. Karena ingin menikmati keindahan sunset. Meskipun ada pula yang berkunjung di pagi hari.

Ismi, 19, salah satu pengunjung mengatakan bahwa dirinya seringkali mengunjungi pantai Tirang. “Dulu waktu kecil, saya sering ke sini. Karena rumah saya ada di Kelurahan Jerakah, dekat dengan pantai Tirang. Sekarang sudah jarang. Tapi beberapa kali datang sama teman untuk refreshing,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pantai Tirang memang diminati oleh masyarakat. Banyak yang berkunjung untuk sekadar menikmati suasana yang menenangkan. Ada yang memancing, bersantai, berfoto, healing, dan lain-lain. Ada yang datang sendiri, dengan teman, pacar, atau bahkan dengan keluarga. Semua bisa datang tanpa ada batasan.

Seperti halnya pasangan suami istri Linda dan Gunawan yang saat itu datang bersama anak perempuannya. Meskipun baru pertama kali, namun keduanya senang bisa menemani sang anak bermain air di Pantai Tirang. “Kami datang dari jam setengah lima. Nggak kerasa sudah hampir satu jam. Lumayan lah buat refreshing bareng keluarga,” beber Gunawan.

Pantai Tirang mengalami banyak perubahan. Salah satunya pada akses jalan. Dulu, untuk menuju pantai ini tidak bisa dilewati dengan mobil. Di tepi pantai, pihak pengelola juga memberikan fasilitas kursi pantai kayu. Sehingga pengunjung bisa duduk atau berbaring.

Selain itu, beberapa warung makan turut meramaikan suasana pantai. Keseluruhan ada enam warung. Satu warung buka setiap hari. Sedangkan lima lainnya hanya buka di hari Sabtu dan Minggu saja.

“Saya sudah jualan dari 2006. Dulunya cuma saya. Sekarang sudah berkembang. Saya buka dari jam 10 di hari biasa. Kalau hari Minggu, biasa buka dari jam 4 pagi, tutup jam 7 sampai setengah 8 malam karena banyak yang mancing di malam hari,” beber Ngatijah, 42, salah seorang pemilik warung makan. (mg2/mg4/ton)

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya