alexametrics


Sunyi, Adem, Tentrem

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID – Oemah Sapen Farm and Plantation yang berada di sudut Dukuh Wonoyoso, Kelurahan Wonoplumbon,  Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menawarkan kesunyian dan kenyamanan. Berkonsep resort dengan berbagai aneka satwa menjadi salah satu keunggulan Oemah Sapen. Sebuah area mirip little zoo.

Oemah Sapen memang relatif baru. Belum banyak dikenal. Juga memang belum resmi di-launching.  Tapi, sebagian  penduduk di sekitar Mijen, sudah banyak yang tahu keberadaan Oemah Sapen yang berdiri di atas lahan seluas 3 hektare  itu. Sebelum pandemi Covid 19, Oemah Sapen kerap jadi jujukan bocah-bocah KB, TK, dan SD yang ingin mengenal aneka satwa jenis ternak. “Sebelum pandemi, siswa-siswi KB Al Azhar datang ke sini, bersama guru-gurunya.”

Apa keunggulan Oemah Sapen?  Banyak. Di antaranya, ada aneka satwa. “Di sini ada rusa dan menjangan,  kolam ikan, kerbau, kuda poni, sapi, kambing, aneka burung, musang, unggas, dan beberapa burung Merak yang jadi ikonnya Oemah Sapen,” kata CEO Oemah Sapen, Diah Octaviana. Khusus merak bahkan ada jenis merak Australia, India, dan merak Jawa.

Yang juga menarik dari Oemah Sapen adalah semua bangunannya bernuansa  khas Jawa. Serba kayu jati. Rumah-rumah kuno yang didatangkan utuh, lantas dirakit lagi di Oemah Sapen.  Ada rumah gladak, rumah Purwodadi-nan, joglo Kudus, dan sebagainya. Semua serba Jawa. Bangunan-bangunan itu bisa digunakan oleh para pelancong untuk bersantai dan pertemuan. “Sering dipakai untuk arisan keluarga dan ibu-ibu, sebelum pandemi,” ucap Diah.

Pelancong bisa merasakan kenyamanan di Oemah Sapen. Bagi yang ingin menginap, tersedia bangunan kamar bernuansa resort. Pohon-pohon rindang menambah adem suasana Oemah Sapen. Tersedia kolam renang di depan kamar, dengan air yang sejuk. “Privasi pelancong di sini terjaga. Bisa untuk tinggal satu keluarga,” kata perempuan berlesung pipi, itu. Diah mengakui, ketersediaan bangunan penginapan masih terbatas. “Kami masih terus melakukan perluasan, dengan membangun bangunan kamar.” Di Oemah Sapen juga tersedia musala yang “njawani”. Sangat etnik. Berupa bangunan kayu rumah Jawa kuno. Kata Diah, bagi yang ingin berkunjung ke Oemah Sapen, bisa klik di google maps. “Lokasinya persis di sebelah MPS Stable.

Mariska Hemas, pelancong asal Telogosari mengakui, Oemah Sapen sangat nyaman untuk ditinggali. “Adem dan sunyi, apalagi kalau malam, berasa tentrem sekali. Suara-suara binatang malam yang saling bersahutan, angin yang sepoi, menambah kehangatan malam. Bagi yang ingin kedamaian dan ketenteraman, Oemah Sapen bisa jadi pilihan untuk ber-staycation.   “Desember 2020, saya kebetulan sama teman-teman kantor pernah menggunakan Oemah Sapen. Fasilitasnya ok punya,” kata Mariska. (isk)

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Dewan Desak Penertiban Kafe di Sigandu

Kopi Liar Bercita Rasa Moka

Populer

Artikel Menarik Lainnya