alexametrics


Menikmati Lorong Hutan Mangrove dan Hamparan Pasir Pantai Surodadi

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID – Pesisir Pantai Surodadi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Selain bisa menikmati kawasan hutan mangrove, juga hamparan pasir putih sepanjang kurang lebih satu kilometer. Jika air laut surut, pelancong dapat bermain apa saja di lokasi wisata yang baru dua tahun dikembangkan para pemuda Desa Surodadi tersebut.

Lokasi wisata pantai ini, letaknya sekitar 6 kilometer arah utara jalan raya Pantura Sayung Demak. Bisa diakses dengan kendaraan melalui jalan poros desa antara Onggorawe, Tugu hingga Surodadi. Kendalanya adalah jalanan akan terasa basah kuyup kala rob melanda perkampungan di pesisir utara Demak itu.

Jika tak ada rob, kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melalui rute tersebut. Setelah parkir bisa menyewa perahu milik warga dengan biaya Rp 10 ribu. Dengan perahu berkapasitas 10 orang ini, wisatawan dapat  berkeliling lorong-lorong hutan mangrove serta menuju Pantai Surodadi. Suasananya seperti berjalan-jalan di sebuah gugusan pulau kecil. Ada lima perahu yang siap mengantar pengunjung.

Salah satu penggagas pengembangan wisata Pantai Surodadi, Sudarmono menuturkan, usaha memoles pantai sebagai lokasi wisata tersebut telah dilakukan sejak dua tahun lalu. Meski demikian, dalam perkembangannya terhambat pandemi Covid-19. Sehingga wisata pantai ditutup sementara sampai sekarang.

Keliling kawasan hutan mangrove dengan perahu. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

“Awal pengembangan wisata ini saat ada mahasiswa sedang kuliah kerja nyata (KKN) di desa kami ini. Mereka melihat ada potensi tersembunyi yang ada di Desa Surodadi. Salah satunya adalah wisata pantai,” katanya kemarin.

Potensi bibir pantai yang tampak indah dengan perpaduan hutan mangrove menjadi potensi yang besar untuk menarik wisatawan.“Kita juga telah studi banding ke Pantai Istambul desa tetangga,”ujarnya.

Adanya wisata baru itu, harapannya, bisa memberikan masukan secara ekonomi untuk kesejahteraan warga sekitar. Meski begitu, masih butuh banyak anggaran untuk memolesnya. Sedianya, wisata pantai ini akan dikelolah oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, lantaran masih ada pandemic Covid-19, langkah tersebut terhenti sementara.“Mudah-mudahan pandemi segera berlalu sehingga wisata pantai Surodadi ini bisa buka kembali,” harap Sudarmono.

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemkab Demak, Kurnia Zauharoh menambahkan, wisata Pantai Surodadi saat ini baru tahapan penyusunan feasibility study (FS). Potensi yang ditawarkan adalah wisata pantai dan hutan mangrove.“Tentu, kita dorong supaya wisata pantai ini bisa berkembang pesat dikemudian hari,” ujarnya. (hib/zal)

 

Terbaru

Fadia Baca Semua Aduan Warga

Tempat Ibadah Harus Taat Prokes

Bentuk Jaringan Kerja Bantu Warga Isoman

Beri Dukungan sekaligus Serap Masalah PKL

Populer

Lainnya