alexametrics


Bersantai Menikmati Suasana Laut dari Pulau Tirang

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – Pulau Tirang. Nama itu sudah ada sejak 1992-an. Orang-orang tua menyebutnya begitu. Pulau ini bentuknya memanjang sekitar 700 meter persegi. Wujudnya berupa gundukan tanah timbul berpasir. Saat kemarau tiba, pulau tampak meluas. Ketika musim hujan atau rob, pulau terendam air dengan kedalaman 20 sentimeter. Tidak kelihatan.

Pulau Tirang ini masuk wilayah Desa Babalan dan Berahan Wetan, yaitu Dukuh Menco, Kecamatan Wedung. Pulau yang kini tepinya ditumbuhi 35 ribu pohon mangrove dan dikelilingi areal tambak warga ini, menjadi salah satu favorit jujukan para pelancong sejak 2016. Tepatnya, setelah adanya keterlibatan sekelompok masyarakat yang tergabung dalam  siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat). Sibat dikomandoi oleh Abdul Rois dan Ahmad Roiss.

Menuju ke Pulau Tirang ini, pelancong bisa memakai perahu milik nelayan melalui jalur Kali Sedodo. Butuh waktu setengah jam dengan jarak tempuh 1,5 kilometer dari daratan. Selain melalui jalur Kali Sedodo, akses masuk ke Pulau Tirang juga bisa lewat Kali Botoh, kemudian menuju Lak Muara. Perjalan awal dari pangkalan perahu nelayan di Kali Sedodo Dukuh Menco. Sewa perahu cukup Rp 200 ribu sepuasnya di lokasi wisata. Pulang pergi (PP). Hari biasa, perahu biasanya disewa pemancing.

Sejumlah pelancong bermain di atas Pulau Tirang. Lokasinya di Desa Babalan dan Berahan Wetan. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

Abdul Rois menuturkan, keberadaan Pulau Tirang menjadi daya tarik wisatawan lokal. Mereka biasanya ingin menikmati indahnya tanah timbul berpasir tersebut sembari selfi. Mengeskplore daratan gundukan pasir itu. Acapkali dimanfaatkan untuk pasang tenda (kemah) dan bermain sepak bola.

“Kalau rob bandang atau rob besar datang,  gundukan pasir akan hilang tertutup air. Tambak petani juga hilang,” katanya.

Selaku relawan Sibat, pihaknya wajib mengedukasi pelancong, agar kawasan Pulau Tirang tetap bersih dan tidak tercemar sampah. Selain itu, bagaimana mangrove tetap tumbuh dan terjaga dari kerusakan. Untuk bisa berkunjung ke Pulau Tirang ini, disarankan saat menjelang musim kemarau. Seperti antara Juni, Juli, Agustus. Seperti saat ini, Pulau Tirang lebih banyak tertutup oleh air laut karena gelombang tinggi.“Biasanya datang rob kesono. Kalau pas datang rob, kita bisa basah semua,” ujar Rois.

Bila datang ke lokasi wisata, pelancong bisa memesan ikan bakar atau bakar bakaran ikan di sekitar areal tambak warga. Ada kerang merah, ikan bandeng maupun udang windu. (hib /zal)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer