alexametrics


Orang-Orang Berdandan ala Suku Indian Berseliweran, Menebar Senyum Kepada Pengunjung

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – La Ranch Glamping ada di Kabupaten Pekalongan. Areanya didesain bak alam suku Indian. Mengajak pengunjung merasakan suasana di belahan pulau Amerika ratusan tahun silam. Namun dengan fasilitas yang kekinian.

Gadis-gadis berdandan ala suku Indian berseliweran. Menebar senyum dan sapa tiap berpapasan dengan pengunjung. Mereka lah maskot-maskot La Ranch Glamping. Membuat suasana tempat wisata yang berlokasi di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan ini terkesan bak di Amerika ribuan tahun silam.

Yusuf, salah satu pengunjung asal Temanggung sedang duduk-duduk santai di depan salah satu tenda. Menghadap arena api unggun yang terletak tepat di tengah tenda-tenda. Total ada 12 tenda. Semua tenda memakai nama-nama hewan. Yusuf duduk di Tenda Rusa. “Nyaman santai-santai begini,” katanya.

Saat itu api unggun belum dinyalakan. Dari dua belas tenda, hanya beberapa yang berpenghuni. Maklum, La Ranch Glamping baru dirilis malam itu, Minggu (18/3/2021). Tetapi pengunjung cukup berjubel.

Selang beberapa waktu, pengelola menyulut api unggun. Pengunjung yang semula tersebar, berduyun mendekat. Live music yang semula main di salah satu sudut ikut pindah. Gadis-gadis maskot juga demikian. Di dekat area api unggun, pengelola menyediakan satu gerobak angkringan. Perapian khusus untuk membakar jagung juga mereka siapkan. “Wah, jos. Mantap,” ucap Yusuf melihat itu.

Melihat itu, Yusuf lantas meraih hiasan kepala ala suku Indian yang tergantung di depan tenda. Kemudian juga meraih busur dan anak panah. Lalu berpose memanah. Berlagak seperti Suku Indian. “Coba saya difoto begini,” pintanya kepada wartawan koran ini.

Nuke, teman Yusuf, juga ingin difoto. Ia memilih berpose duduk di beranda tenda. Di sana ada meja rendah, lengkap dengan perabotan makan dan minum.

Nuke kemudian masuk ke tenda. Mencoba berbaring di kasur. Menyalakan pendingin ruangan (AC). “Enak mungkin ya, tidur di tenda tapi ada AC begini. Fasilitasnya lengkap dan kekinian,” ujarnya.

Bagian dalam tenda Indian dengan dua tempat tidur. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Adrian, salah satu pemilik La Ranch Glamping datang menjelaskan. Tenda-tenda itu ia sediakan untuk pengunjung yang ingin menginap. Prinsip dan konsepnya seperti hotel. Hanya saja bentuknya tenda. Tetapi ukurannya cukup luas. “Satu keluarga, misal lima orang masih muat,” jelasnya.

Di dalam tenda, fasilitas terbilang lengkap. Selain AC, juga ada dua tempat tidur, dua meja kecil serbaguna, gantungan pakaian, selimut, dan berbagai hiasan. Satu lagi, ada fasilitas jaringan Wi-Fi. Tarifnya, per malam Rp 250 ribu per orang.

“Jadi konsepnya menyatu dengan alam seperti suku Indian, tetapi pengunjung mendapat kenyamanan-kenyamanan seperti di hotel atau di resort,” sambungnya.

Toilet dan kamar mandi tentu ada di luar tenda. Tetapi tidak jauh. Bahkan, kata Adrian, didesain senyaman mungkin untuk pengunjung yang menginap. “Seperti kamar mandi di hotel-hotel. Pengunjung tidak perlu antre. Karena satu kamar mandi untuk satu tenda. Eksklusif,” ucapnya.

Adrian juga menyebutkan wahana lain yang ditawarkan La Ranch Glamping. Terutama aktivitas atau kegiatan yang bisa pengunjung lakukan di sana. “Kalau pagi atau siang, ada susur sungai, bermain dengan aneka hewan, memandikan kuda, bercocok tanam, dan sebagainya,” paparnya.

Ia mengakui, Glamping memang sudah ada di banyak kota-kota besar. Tetapi La Ranch Glamping merupakan pertama di Kabupaten Pekalongan dan daerah Pantura sekitarnya. “Cocok buat seru-seruan bersama teman, komunitas, atau acara kantor. Jadi, adventure dapat, alam dapat, istirahat nyaman juga dapat,” jelasnya. (nra/ton)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer