alexametrics

Warung Legendaris Omah Mie Batang, 51 Tahun Bertahan, jadi Langganan Pejabat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Omah Mie merupakan salah satu warung legendaris Batang. Meski sederhana dan hanya di tepi jalan, namun merupakan langganan kepala daerah. Seperti Bupati dan Wakil Bupati Batang, kepala dinas hingga Kapolres Batang.

Warung Omah Mie terlihat sederhana dengan tempat parkir tidak terlalu lebar. Lokasinya berada di Jalan Raya Beji Nomor 05, Kaliboyo 2, Desa Beji, Kecamatan Tulis. Atau sebelah barat jembatan Kaliboyo. Meski tidak modern, ternyata pelanggan setia rela antre lama hanya untuk memesan kuliner di sana. “Saya meneruskan usaha keluarga, warung ini sudah ada sejak 1971. Saya generasi ketiga,” ujar pemilik warung Omah Mie Bang Ali, Ali Mustofa, 50.

Baca juga:  Museum Mandala Bhakti Semarang Disulap Jadi Pusat Kuliner, Yuk Intip Ada Apa Aja

Ia menambahkan warung mie dirintis sang Ibu Slamet Muinah. Meski sudah 51 tahun, kondisi warung dari dulu sampai sekarang masih utuh. Bangunannya masih asli. Dinding papan kayu dan atap tanpa plafon. Sehingga terlihat sangat sederhana.

Warung Legendaris Omah Mie Batang. (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Wakil Bupati Batang periode 2017-2022 Suyono dan Bupati Batang periode 2002-2012 Bambang Bintoro merupakan langganan setia warung tersebut. Mereka selalu menyempatkan waktu, dan rela menunggu antrean. Hal itu karena konsep Omah Mie adalah open kitchen. Tiap ada pembeli langsung dibuatkan tiap porsinya oleh Bang Ali.

“Pak Bambang itu sampai sekarang masih sering ke sini. Pak Suyono juga, beliau paling suka sop ayam dan mie goreng. Kalau tidak ada waktu buat makan di tempat biasanya dibungkus,” ujarnya.

Baca juga:  Akulturasi dalam Sepiring Lontong Cap Go Meh

Bang Ali mengaku melanjutkan usaha kuliner sejak 2005. Ia masih meneruskan kekhasan masakan aneka mie, seperti nama warungnya, yaitu Omah Mie. Namun ada menu baru sop ayam yang sekarang juga jadi primadona. Omah Mie Bang Ali buka mulai pukul 18.30 WIB sampai pukul 04.00 pagi.

Cita rasa yang tetap terjaga menjadikan warung ini bertahan. Meski begitu, Bang Ali mengaku tidak ada resep khusus dalam masakannya. “Hanya bumbu dapur biasa,” ujarnya.

Ada beberapa pilihan menu di sana, mulai mie goreng, rebus, sop ayam, capcay, bihun, hingga nasi goreng. Salah satu favoritnya adalah mie rebus. Kuah mie terasa segar dengan kaldu ayam dan suwiran ayam kampung. Satu seruput saja membuat candu.

Baca juga:  Menikmati Segarnya Es Teler Damar Semarang yang Legendaris, Sudah Ada Sejak 1989

Setiap hari, bisa memasak sekitar 50 porsi masakan. Untuk harganya mulai harga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu menyesuaikan pesanan. “Selain makanan ada minuman seperti jahe-jahean, juga wedang tape,” tambahnya. (yan/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya