alexametrics

Menikmati Segarnya Es Teler Damar Semarang yang Legendaris, Sudah Ada Sejak 1989

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Es Teler merupakan kuliner sederhana yang banyak diburu. Salah satu favorit adalah es teler Damar Banyumanik. Di tengah perkembangan zaman, varian isi semakin beragam dengan topping melimpah.

Es Teler Damar sudah berdiri sejak tahun 1989. Kedai ini sudah dikelola generasi ketiga, Sulasah. Awalnya buka di Jalan Damar, dan sekarang pindah di Jalan Cemara Raya, Padangsari, Banyumanik. “Di lokasi sini sudah 10 tahun,” aku Sulasah kepada Jawa Pos Radar Semarang

Kedai ini masih tetap mempertahankan menu andalannya yaitu Es Teler. Bahkan sekarang mulai ditambah sejumlah menu lainnya. Seperti gado-gado, gongso ayam dan telur, nasi goreng, dan aneka sosis bakar. “Es teler tetap masih favorit. Tapi menu yang lain juga banyak dipesan pembeli,” akunya.

Baca juga:  Tak Hanya di Sragen, Magelang juga Ada Mie Ayam Seporsi Rp 2.000
Es Teler favorit yang ada di Kota Semarang. (NURFAIK/JAWAPOS RADAR SEMARANG )

Es teler disediakan dengan dua varian. Adalah Es teler biasa dan es teler super. Es teler biasa menggunakan susu putih dan bertempat di gelas bulat bertulang. Sementara es teler super lebih menggunakan susu putih dan susu coklat sebagai pemanis. Isiannya beragam.

Awalnya isian sederhana seperti buah nangka, kelapa dan alpukat. Sekarang dengan mengikuti zaman isiannya bertambah beragam seperti terdapat buah-buah fresh dan agar-agar didalamnya.

“Sekarang banyak anak-anak muda pembelinya. Jadi kita juga menyesuaikan keinginan anak-anak muda,” tambahnya.

Varian yang beragam dengan topping banyak menjadi ciri khas. Banyak pelanggan lama yang tetap setia dengan menu tersebut. Paling cocok dinikmati ketika siang hari di tengah kondisi cuaca yang panas. “Begitu diminati maknyus. Cita rasa tetap sama,” tambahnya.

Baca juga:  Sensasi Pedas Sego Ndoreng Menggetarkan Lidah

Sulasah mengakui seiring berjalan waktu, kedai Es Teler Banyumanik mengalami pasang surut. Banyak hal menjadi kendala seperti pandemi membuat omzet menurun. Terlebih sekarang terdapat kenaikan harga bahan-bahan baku.  “Kalau kenaikan harga pasti ada, tapi biasanya beberapa tahun sekali naiknya. Itupun tidak banyak,” tambahnya.

Selain itu saat musim hujan pelanggan berkurang. Saat ini, selama Ramadan, kedai buka dari pukul 08.00 hingga menjelang magrib. Namun jika hari biasa hanya sampai pukul 17.00. Jika cuaca kemarau atau cuaca panas bisa tutup pukul 14.00 karena sudah habis. “Satu porsi es teler Rp 12 ribu, sedangkan es teler super Rp 13 ribu,” tambahnya.

Selain es teler, pengunjung bisa menikmati menu lainnya yang tak kalah enak. Seperti gado-gado, gongso hingga nasi goreng. “Semua racikan sendiri dan warisan leluhur. Jadi tidak berubah cita rasanya,” tambahnya. (cr5/fth)

Baca juga:  Dulu hanya Disajikan saat Lebaran, Kini Legondo Diburu Turis Asing

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya