alexametrics

Menikmati Kehangatan dalam Semangkuk Minuman Tradisional

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Wedang Ronde merupakan minuman tradisional yang sudah melegenda. Terdiri dari kuah jahe diberi isian ronde. Wedang ronde cukup terkenal di Jawa Tengah dan Jogjakarta karena citarasa yang cocok di lidah.

Minuman tradisional ini diadaptasi dari China. Jajanan sederhana ini sangat cocok dinikmati saat malam hari atau ketika cuaca dingin. Minuman berbahan dasar air jahe dilengkapi dengan ronde (bola-bola dari tepung ketan dengan isi kacang tanah), kolang kaling, agar-agar/ roti tawar dan kacang tanah.

Begitu menyeruput kuah, langsung tubuh terasa hangat. Ditambah sensasi lembut saat mengunyah ronde serta renyahnya kacang membuat wedang ronde menjadi salah satu kuliner incaran semua kalangan.

Baca juga:  Siapkan Rp 766 Miliar Rehab Jalan

Salah satu Wedang Ronde yang legenda  di Kota Semarang adalah Wedang Ronde Pemuda. Tidak hanya kalangan tua, anak-anak muda suka menghilangkan dinginnya malam dengan semangkuk wedang ronde disini. Bahkan, saking banyak peminatnya Wedang ronde sudah memiliki tiga cabang. Salah satunya berada di  Jalan Raya Ngaliyan, Kota Semarang. Tepatnya depan Toserba Swalayan Goori.

“Biasanya wedang ronde identik dengan kawula muda. Tetapi disini anak-anak muda pun banyak yang gemar dengan wedang ronde,” aku  penjual Wedang Ronde Pemuda cabang Ngaliyan Ari Wardana kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sejumlah pengunjung saat menikmati sajian minuman  tradisional wedang ronde. (Ihsanul Fikri/ Jawa Pos Radar Semarang)

Sekilas wedang ronde ini mirip dengan wedang ronde pada umumnya. Dijajakan dengan angkringan sederhana. Namun yang istimewa adalah cita rasanya. Manis air jahe begitu pas dan tidak sakit ditenggorokan. Rondenya sangat kenyal, empuk dan memanjakan lidah. “Kami memang hanya menggunakan bahan-bahan pilihan. Tidak pakai pemanis buatan kayak sakarin gitu, jadi pakai gula murni,” ujarnya.

Baca juga:  BPJAMSOSTEK Bayar Klaim JHT di Jateng Sebesar Rp 2,63 Triliun

Untuk memanjakan lidah pecinta kuliner, ia tidak main-main. Dalam meracik wedang ronde juga menggunakan teknik khusus. Mulai pembakaran dan perebusan jahe sampai penyangraian kacang. Semua dilakukan secara sederhana tetapi justru menambah cita rasa dari semangkuk wedang ronde pemuda. “Wedang ronde agar enak dinikmati harus disajikan dalam keadaan yang fresh.Begitu dinikmati langsung ketagihan,” tambahnya.

Meski cita rasa hangat dan nagih, untuk menikmati semangkuk wedang ronde cukup merogoh kocek Rp 8000 per porsi. Biasanya Wedang Ronde Pemuda buka mulai pukul 16.00 sampai pukul 22.00. ketika musim hujan seperti ini minuman tradisional jenis ini menjadi incaran semua kalangan. “Selain menghangatkan banyak pengunjung yang bilang untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama saat pandemi seperti sekarang,” akunya. (mg5/mg6/fth)

Baca juga:  Cita Rasa 'Sangit' Bubur Bakar Bu Lis

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya