alexametrics

Angkringan Segitiga Kopi Semarang, Konsep Sederhana, Padukan Angkringan dan Kafe

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Mencari tempat nongkrong asik dan bisa menghabiskan waktu semalaman? Angkringan Segitiga Kopi Semarang bisa menjadi pilihan tepat. Memadukan konsep angkringan dengan kafe menjadikan tempat ini cukup digemari kawula muda.

Angkringan menjadi tempat tempat nongkrong yang sudah tidak asing lagi. Menu yang sederhana, harga yang ramah dikantong menjadi salah satu alasan. Tetapi bagaimana jika angkringan dikonsep seperti kafe? Ya inilah angkringan Segitiga Kopi Semarang. Berada di kawasan ruko Segitiga Mas Jalan Prof Dr. Hamka, Ngaliyan angkringan berbeda pada umumnya. Sebab, memadukan kesederhanaan angkringan dengan kafe modern.

Lokasinya mudah dijangkau. Membuat tempat ini banyak dijadikan tempat nongkrong anak-anak muda. Tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga mahasiswa dan anak-anaksekolah. Angkringan ini sudah dua tahun berdiri. Tepatnya sejak November 2020. Dengan mengusung memiliki konsep angkringan-kafe. Konsep sederhana dengan tempat yang luas. Sehingga membuat anak-anak muda betah untuk nongkrong berlama-lama.

Baca juga:  Sensasi Kres…Kres… saat Mengunyah Tulang Muda Bikin Ketagihan

“Sebenarnya dulu tempat ini pujasera. Tapi karena kurang peminat akhirnya disulap menjadi sebuah angkringan-kafe. Alhamdulillah rame dan banyak jadi tempat nongkrong anak-anak muda,” kata Manager di Angkringan Segitiga Kopi, Aryo, 25 kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sekilas tempatnya tidak jauh berbeda dengan angkringan lain. Dengan gerobak khas dan menu yang merakyat. Tapi ditunjang dengan area parkir luas, akses free wifi, toilet, mushola, bangku dan meja, serta lesehan. Bahkan, bagi yang ingin ramai-ramai bisa reservasi tempat secara cuma-cuma alias gratis. “Untuk booking tempat kita free. Sengaja karena seringnya kalau tidak pesan tempat dulu untuk kumpul besar ya pasti nggak kedapatan. Paling sering dapat pesanan tempat dari mahasiswa yang sedang meeting organisasi,” akunya.

Baca juga:  Sudah Ada Sejak 1955, Nasi Koyor Kota Lama Jadi Buruan Pejabat

Segitiga Kopi juga kerap digunakan untuk melakukan zoom meeting, acara syukuran, serta terakhir kali tempat ini pun kedatangan dari komunitas ibu-ibu pecinta durian yang ingin nongkrong. Bahkan setiap Sabtu dan Minggu dimeriahkan dengan live music. “Kami juga menawarkan anak-anak yang mau ngeband atau akustik ngisi disini, biasanya nanti kita kasih makanan dan minuman free,” tambahnya.

Karena konsep sederhana, tempat ini sangat affordable di kantong. Dengan dari Rp.5 ribu sampai Rp. 15 ribu bisa memesan berbagai menu makanan dan minuman khas angkringan. Mulai kopi lelet dan kopi klotok, kopi rempah, wedang uwuh, jahe ori dengan makanan yang cukup bervariasi. Dibuka sejak pukul 10.00 semua pengunjung bebas nongkrong. Biasanya lokasi ini akan semakin ramai mulai pukul 20.00 keatas. “Semakin malam malah makin rame. Bahkan biasa ada yang nongkrong sampai subuh,” tambahnya.

Baca juga:  Warga Jomblang Meriahkan Kirab Budaya dan Nyadran

Salah satu mahasiswa Irham, 21,  kerap nongkrong di Segitiga Kopi. Biasanya bersama teman-temannya berdiskusi tentang organisasi daerah. “Ya nongkrong, ya diskusi. Suka begadang juga disini,” akunya. (mg4/mg1/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya