alexametrics

Sudah Ada Sejak 1970, Sop Empal Bu Haryoko Muntilan Jadi Langganan Artis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sop empal Bu Haryoko, salah satu kuliner legendaris di Magelang. Sejak tahun 70-an sudah menjadi klangenan penikmat kuliner. Sopnya unik, dengan cita rasa yang khas. Berisi bihun, empal, kol dan sambal.

Warung Sop Empal Bu Haryoko tampak sederhana. Dindingnya berwarna hijau. Di dalamnya terdapat deretan meja panjang, lengkap dengan kursi kayu maupun kursi plastik, seperti warung pada umumnya.

Berada di Jalan Veteran no 9, Sayangan, Muntilan, Kabupaten Magelang. Dua wartawan Jawa Pos Radar Semarang menyambangi warung tersebut, Kamis (13/1) pukul 09.50. Memesan dua porsi sop empal. Lengkap dengan nasi dan es teh.

Sembari menunggu hidangan siap, wartawan koran ini berbincang-bincang dengan Bu Haryoko, sang pemilik warung. Bu Har, sapaannya, lantas bercerita. Dia mengatakan, warung sop empal ini berdiri sejak zaman pendudukan Jepang. Sudah berjalan tiga generasi.

Baca juga:  Pemkab Magelang Tak Mau Buru-Buru PTM Penuh
Sop empal Bu Haryoko, Muntilan. (BURHAN SUGIONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Mulanya, warung ini berlokasi di depan Kelenteng Hok An Kiong Muntilan. Kemudian di era generasi kedua pada tahun 1970, warung dipindah ke sisi barat kelenteng. “Kalau saya sudah 30 tahun berjualan. Resepnya turun-temurun dari keluarga,” ucap bu Har sembari mengiris bawang.

Setelah menunggu kurang lebih lima menit, sop empal tiba di meja dan siap disantap. Seporsi sop ini berisi bihun, kol, olahan empal, paru, dan sambal. “Dari pertama buka memang itu saja hidangannya,” katanya melanjutkan cerita.

Menurut wartawan koran ini, sop empal Bu Har memang enak. Memuaskan lidah. Empalnya terasa manis. Sajian sop minimalis dengan isian bihun, sungguh berbeda dengan sop lainnya yang berisi sayuran, kentang dan wortel. Seporsi sop empal lengkap dengan nasi dibanderol Rp 27.500.

Baca juga:  Cita Rasa 'Sangit' Bubur Bakar Bu Lis

Saban hari, Bu Har menyediakan daging seberat 60 kg. Untuk hari libur bahkan sampai 75 hingga 80 kg. Dia membuka warung mulai pukul 06.00 sampai 15.00. “Kalau menu utama daging dan jeroannya habis, biasanya kami langsung tutup,” ujar Bu Har.

Bu Har menambahkan ramainya pengunjung tidak menentu. Terkadang pukul 07.00. “Bahkan pukul 06.30 juga sering didatangi rombongan perjalanan dari luar kota, seperti Demak dan Kediri,” imbuhnya.

Konon, sop empal ini juga sudah dicicipi Sultan Jogjakarta. Akhir tahun 2021 warung ini disambangi artis ibu kota. Yakni Enzy Storia, Yuki Kato, dan Vidi Aldiano.

Kendati demikian, Bu Har tidak berencana membuka cabang. “Kalau orang mau sop empal ya ke sini. Tempatnya di sini, nggak usah cari ke mana-mana,” tuturnya. Dia berharap sang anak bisa meneruskan kiprahnya dalam mengembangkan usaha sop empal turun-temurun ini. “Nggak boleh keluar dari jalur. Harus bisa ngikutin ibunya dan kalau bisa harus lebih maju” bebernya. (mg2/mg3/rhy/lis)

Baca juga:  Bilqis Prasista Dikenalkan Raket oleh Sang Kakek, Gaya Bermain Mirip Ayahnya

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya