alexametrics

Sayur Kelo Mrico Warung Makan Rembang, Rasa Pedasnya Bikin Gobyos

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kuliner khas Kota Rembang ternyata juga ada di Kota Semarang, yakni sayur Kelo Mrico. Menu masakan ini adalah ikan laut yang dicampur dengan sayuran lainnya dengan cita rasa khas yang pedas.  Dijamin bikin gobyos (berkeringat).

“Olahannya, ikan yang sering saya sajikan barakuda. Karena ikannya itu kenceng, tidak mudah hancur kalau dimasak. Rasanya juga gurih,” ungkap Ninik, pemilik Warung Makan Rembang kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Olahan masakan ini seringnya dicampur dengan buah-buahan, mulai krai, timun, dan pepaya muda, blimbing wuluh hingga asam Jawa. Terlihat, olahan tersebut dicampur menjadi satu yang telah dimasak menggunakan panci. Kuahnya sayur ini juga terasa segar. “Rasa khas sayur Kelo Mrico, itu asam pedas. Cocoknya disajikan pas masih panas-panas,” katanya.

Baca juga:  Nikmatnya Pindang Tetel Berpadu Kerupuk Pasir

Ninik membeberkan, menu masakan tersebut tidak menggunakan minyak. Sedangkan bumbu dapurnya, terdapat rempah, jinten, jahe, kunyit, terasi, bawang merah, bawang putih, lada, cabe. Selain itu juga terdapat daun salam, lengkuas dan daun jeruk. “Harganya, kami juga memikirkan nilai ekonominya, tidak mahal-mahal banget. Sekali makan satu porsi Rp 18 ribu, nasi sayur. Kecuali tubuh bagian kepala, beda, kalau kepala yang besar sama nasi Rp 30 ribu,” jelasnya.

Masyarakat pencinta kuliner ini tidak sulit untuk menemukan keberadaan Warung Makan Rembang. Lokasinya berada di Jalan Imam Bonjol 182, Semarang Tengah. Atau samping deretan Hotel Dafam, sebelum perempatan Imam Bonjol. Buka setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 17.00.

Baca juga:  Tak Ada Resep Khusus, Sop Janda Ungaran Andalkan Rempah-Rempah

“Pelanggan dulunya kebanyakan PNS, banyak yang datang ke sini. Kalau lagi gak enak badan, pasti larinya (makan) ke sini makan Sayur Kelo Mrico, katanya seger, semangat, keluar keringat,” bebernya.

Perempuan ini sudah 16 tahun berkutat di bisnis kuliner. Menu utama tetap, sayur Kelo Mrico, sop daging, bening bayem, pecok panggang, dengan masakan kebanyakan khas masakan Rembang. “Ya istilahnya masakan Jowo. Khasnya rasa pedes asin gurih. Menurut saya, di Semarang hampir tidak ada menu masakan sayur Kelo Mrico. Pengen menonjolkan masakan khas daerah saya,” jelasnya.

Sebelum pandemi, sehari bisa menyediakan puluhan porsi dan selalu ludes dipesan pelanggannya. Namun, sekarang ini hanya memasak dalam jumlah terbatas. “Sayur Kelo Mrico, dulu sebelum pandemi, sehari bisa masak dua sampai tiga kali. Satu masakan bisa 10 sampai 15 porsi, sehari. Kalau saat ini saya masak tidak banyak, sekian porsi, kalau habis masak lagi. Soalnya kalau masakan diulang lagi untuk dijual besok, rasanya sudah beda. Jadi masaknya baru terus,” jelasnya. (mha/ton)

Baca juga:  Makin Nikmat Dimakan sambil Nglemprak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya