alexametrics

Bikin Nambah, Tak Cukup Satu Pepes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Olahan pepes memang identik dengan ikan. Tapi jika kalian ingin mencicipi berbagai varian pepes, datang saja ke kedai Pardjo Wiliam. Warung makan yang berlokasi di Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, ini menawarkan berbagai varian pepes.

Mulai pepes ikan, telur asin, udang, cumi, tahu, hingga pepes jamur. Yang terakhir ini lah yang paling popular. Pepes jamur. Setiaji, sang peracik menggunakan bumbu khas Tegal. Rasanya cenderung pedas khas bawang merah. “Rasa pedasnya level sedang, supaya bisa dirasakan semua pecinta kuliner,” ungkap Setiaji.

Enak dan murah. Dua kata itu cocok menggambarkan menu makanan di Kedai Pardjo Wiliam. Satu bungkus pepes berkisar antara Rp 4 ribu sampai Rp 12 ribu. Satu porsinya juga tidak pelit. Bagi kalian pecinta pepes pasti tidak cukup satu porsi. Sebab, enaknya nagih. Apalagi disajikan dengan nasi hangat.

Baca juga:  Resep Rahasia Ini Bikin Garang Asem Bu Umi Punya Ciri Khas

Setiaji mengaku mendapatkan resep pepes dari orang tuanya. Ia juga selalu menjaga cita rasa. Tak heran jika semua bahan bakunya selalu fresh. Baik tahu, cumi, ikan, dan lainnya. “Pepes ini memiliki cita rasa pedas yang berbeda. Kalau pepes biasanya hanya memakai kunyit. Kalau ini saya beri juga daun salam agar harum ketika dikukus,” katanya.

Sehari, Setiaji bisa menjual 300 bungkus pepes. Masa pandemi tak membuatnya surut, ia berinovasi memasarkan pepesnya secara online. Setiap hari kedainya selalu ramai pembeli, baik yang langsung makan di tempat maupun ojek online yang menerima order. Omzet Setiaji dari jualan pepes bisa mencapai Rp 30 juta per bulan. “Semenjak pandemic menurun, sekitar Rp 20 juta per bulan,” bebernya.

Baca juga:  Bubur Blendrang Muntilan, Sensasi Pedas dan Gurih di Suapan Pertama

Kedai Pardjo William yang berada di gang Sibende 3, Tlogosari, Kota Semarang ini, berdiri sejak 2017 silam. Setiap hari melayani pelanggan mulai pukul 06.00 hingga 21.00. Awalnya, Setiaji berjualan di daerah Tegal. Kemudian mengadu nasib dengan usaha yang sama membuka sebuah ruko di kawasan Tembalang, tahun 2017. “Akhirnya pindah ke Tlogosari,” ujarnya. (mg11/mha/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya