alexametrics

Kuliner Ekstrem Olahan Daging Kobra di Semarang, Berani Coba?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sebagian orang mungkin jenuh dengan kuliner daging pada umumnya seperti ayam, sapi, kambing, dan ikan. Kuliner unik bahkan ekstrem pun menjadi salah satu alternatif untuk dicoba. Salah satunya yakni daging ular kobra.

Ekstrem dan bagian sebagian orang terasa mengerikan. Nyatanya daging kobra memiliki cita rasa yang khas dan diyakini berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kulit. Daging kobra yang ditawarkan di Warung Makan Kobra Sumber Alam Pak Royo ini disajikan dengan cara digoreng.

Pengolahan daging kobra bisa dibilang tidak terlalu rumit. Ular kobra hanya perlu dipotong kepalanya untuk menghilangkan bisanya. Selanjutnya daging kobra dikuliti dan direndam dengan air garam selama 4 jam.

Baca juga:  Tiga Tersangka Cukai Palsu Dilimpahkan

Hal ini untuk menghilangkan rasa amis dan kandungan darah dalam daging ular. Setelah bersih, daging kobra diungkep atau dibacem. Kemudian digoreng untuk disajikan.

Warung Kobra Sumber Alam Pak Royo merupakan usaha turun temurun sejak 1985 silam. Romi sang pemilik warung mengatakan, dirinya melanjutkan usaha ini dengan resep yang diwariskan oleh ayahnya.

Hal inilah yang membuat usahanya bisa bertahan hingga kini dan mendatangkan banyak pelanggan dari berbagai daerah seperti Surabaya, Jepara, Ungaran, dan Salatiga. “Tempat lain ada yang jual menu seperti ini. Tapi saya lebih menekankan ke kualitas rasa,” ujar Romi.

Salah seorang pelanggan mengaku dirinya kerap membeli daging ular di tempat ini karena rasanya yang enak. “Saya sudah pernah beli di tempat lain, tapi paling suka kesini karena rasanya enak,” ungkapnya.

Baca juga:  Perkuat Mitigasi Bencana Kota Semarang

“Kalau kobra itu dagingnya sedikit dan teksturnya hampir sama seperti daging ayam. Tapi rasanya manis dan gurih,” ujar pria yang tak mau disebutkan namanya itu.

Selain karena cita rasanya, para pelanggan Romi juga datang ke warungnya untuk menyantap daging ular kobra sebagai obat sakit kulit.

“Waktu itu ada pelanggan yang mengeluh sakit kulit dan sudah berobat ke rumah sakit tapi nggak sembuh-sembuh. Setelah 3 atau 4 kali makan daging ular, katanya ada perubahan,” ungkap Romi.

Warung Kobra Sumber Alam Pak Royo buka mulai pukul 5 sore hingga 11 malam. Hal ini dikarenakan Romi fokus memasak dan mengolah daging kobra dari pagi hingga siang. Romi mengatakan, ular-ular tersebut biasanya didatangkan dari Demak.

Baca juga:  Yayasan Pancaka Bagikan Takjil

Selain daging ular kobra, Romi juga menjual daging biawak. Keduanya biasa ia masak dengan cara digoreng atau dibuat rica-rica. Untuk daging ular kobra sendiri, Romi mematok harga Rp 25.000/porsi. Sedangkan untuk daging biawak berkisar Rp 20.000 hingga Rp 70.000 tergantung ukuran. (mg17/mg19/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya