alexametrics


Dukung Potensi Warga, Kelurahan Sarirejo Bentuk Kampung Ayam Goreng

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Produsen ayam goreng kali pertama di Semarang, diyakini di Kampung Tiber. Tepatnya di RW 5, Kelurahan Sari Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur.

Menyadari potensi ekonomi yang besar itu, Pemerintah Kelurahan Sarirejo memperkuat dan membranding dengan membentuk Kampung Tematik Ayam Goreng.

Lurah Sarirejo Ismadi mengungkapkan, dukungan dari pemerintah ini berupa pembuatan gapura, penerangan jalan, pemberian tanaman, patung ayam, serta pengecatan di RW 5 supaya lebih menarik. Dengan menelan biaya Rp 200 juta dan baru selesai Agustus 2021.

“Konsepnya saya yang meminta kepada rekanan dan itu harus bagus. Kalau tidak bagus ya saya tidak mau,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Selasa (7/9/2021).

Salim merupakan tokoh pioner terkait usaha ayam goreng di Kampung Tiber. Kemudian tersebar di RT 1 sampai RT 4. “Di sini sudah ada 20 warga yang memiliki usaha ayam goreng,” jelasnya.

Salah satu pemilik usaha ayam goreng, Memet, 56, mengaku bukan hanya ayam goreng saja, tapi ada ayam asem, sop buntut, dan petai. Ia memulai usahanya sejak tahun 1988. Sekarang menjual dagangannya di daerah Legu. “Dulunya saya keliling,” kata Memet yang saat ini memiliki lima karyawan.

Pedagang ayam goreng lain, Hartoyo berjualan di Karang Kebon bersama empat karyawannya. Saat pagi hari, ia sudah membubui ayamnya. Menjualnya pada malam hari. “Jadi ayam ini tanpa pengawet,” klaimnya.

Ismadi juga mengajak Karang Taruna menjual produk ayam di Kampung Tematik Ayam Goreng secara online. Harapannya bisa membuka lapangan kerja baru bagi warga RW 5 tanpa meninggalkan ciri khas, sebagai produsen ayam goreng. (cr6/ida)

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Kwarcab Wonosobo Bentuk Saka Milenial

Beri Jeda Pembelajaran Tatap Muka Selama Dua Pekan

Vaksinasi Dikebut, Okupansi Hotel Naik 50 Persen

Kenal Fotografi Sejak SD, Sering Ajak Keluarga Hunting

Populer

Artikel Menarik Lainnya