alexametrics

Nasi Jagung Bu Pur, Gurihnya Bikin Nagih

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Nasi jagung merupakan kuliner tradisional pengganti nasi. Namun di era modern ini, nasi jagung semakin sulit ditemukan. Sedikit sekali pengusaha kuliner membuat menu kaya lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata ini.

Eits, bagi yang penasaran dan ingin nostalgia dengan menu nasi jagung, Jawa Pos Radar Semarang memiliki rekomendasi. Namanya Nasi Jagung Bu Pur. Lokasinya di Ungaran. Tepatnya di Jalan Wisnu Wardana 1, Setinggen, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas.

Warung nasi jagung ini berdiri sejak 7 Juni 2020. Puri Defi Romdani, sang pemilik warung, mendapat resep nasi jagung dari ibunya. Wanita kelahiran  Dusun Setinggen, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas ini, bercerita, awal mula membuka usaha nasi jagung dari ibunya yang kerap membuat nasi jagung dan dibagikan ke tetangga.

Baca juga:  Misoa dalam Sekoteng, Bikin Salfok

Banyak tetangga yang merespon baik ketika memakan nasi jagungnya. Ia pun berinisiatif untuk mngembangkan nasi jagung resep ibunya dan memulai usaha. Kini nasi jagung Bu Pur menjadi makanan favorit para pekerja kantor, guru, perawat dan dokter.

“Nasi jagung sekarang sudah langka, para tetangga juga bilang kalau nasi jagung ibuku beda dengan nasi jagung lain. Mereka menyarankan untuk memulai usaha,” ujar wanita 23 tahun itu.

Mahasiswa IAIN Salatiga ini mengklaim menu nasi jagung miliknya beda dengan lainnya, yang kalau dimakan kadang seret.” Kalau ini tidak, tidak kelemesan, tidak keseretan, lembut dan gurih,” ujar anak Pursiyem ini.

Lauk pauknya pun beragam. Satu porsi nasi jagung Bu Pur dilengkapi sambal gudangan ijo, gereh kuniran goring krispi, kecambah, timun, kerupuk, telur, dan buncis. Memasaknya pun masih tradisonal, menggunakan pawon ala memasak zaman dulu. Satu porsi kecil dihargai Rp 6 ribu, sedangkan porsi besar Rp 15 ribu. “Kalau pakai besek Rp 17 ribu,” ujar wanita kelahiran 17 Desember ini.

Baca juga:  Menikmati Minuman Khas Sumatera Barat di Warung Ma'andah Ungaran

Tidak hanya nasi jagung yang dikukus, menu lain yang patut dicoba adalah nasi jagung goreng. Harganya Rp 7-10 ribu, tergantung toping.

Setiap hari sedikitnya  80 wakul habis dipesasn.  Bahkan pemasarannya sampai luar daerah. Pernah menerima pesanan dari Kendal, Purwodadi, Solo, dan Jakarta. Resellernya saat ini menapai 12 orang.

“Untuk omzet per bulannya kisaran Rp 2,5 – 3 juta selama pandemi, sebelum pandemi per bulannya Rp 4 – 5 juta.  Bahkan pernah satu hari omzet sampai Rp 1,6 juta,” ujarnya.

Soal rasa jangan ditanya. Terbukti nasi jagung Bu Pur ini memiliki rating 4,7 di layanan gofood. (mg5/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya