alexametrics

Kelezatan Pecel Keong Mbak Toen Tersiar hingga Malaysia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Berbicara tentang nasi pecel, mungkin sudah biasa di telinga kita. Tetapi apa jadinya jika nasi pecel yang di gabung dengan tumis keong? Rumah makan sederhana yang berada di Jalan Raya Salatiga – Ambarawa, tepatnya di Jalan Raya Muncul, Kabupaten Semarang, ini begitu legendaris. Banyak menu yang disajikan. Selain pecel keong, ada juga belut goreng, kolak ketan, dan masih banyak lagi. Namun tiga menu itu menjadi primadona.

Sis Haryanto salah satu pengelola rumah makan ‘Mbak Toen’ menceritakan, warung yang dibuka pada tahun 1996 ini, berawal dari Romjatoen yakni sang pemilik warung membantu ibunya yang berjualan di pemandian Muncul. Lokasinya berada di depan warung ini. Karena melihat potensi dari ramainya jualan sang ibu akhirnya ia ikut membuka warung.

Baca juga:  Kelezatan Tongseng Kepala dan Kaki Kambing Pak Din Sudah Ada Sejak 1970

Awalnya menu nasi pecel keong ini bukan merupakan satu menu melainkan dua menu yang digabung menjadi satu. Hanya karena hal sepele ketika salah satu pelanggan memesan kedua menu tersebut untuk dijadikan satu. “Dulu intinya ya cuma masak pecel, masak keong kebetulan ada pelanggan yang melihat terus memesan,” ujar Yanto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nasi pecel keong dan pecel belut goreng menjadi andalan di warung ini. Setiap harinya warung ini mengolah sekitar 25 kg keong untuk dijadikan paduan dengan nasi pecel. Isi satu porsi nasi pecelnya sendiri ada mie dan sayur-sayuran serta dituang dengan bumbu kacang pedas gurih sehingga menciptakan perpaduan rasa yang unik. Tak lupa tumis keong yang empuk menjadi pelengkap dari hidangan ini.

Baca juga:  Mulai Agustus, Booking Uji Kir Bisa lewat Online
Salah satu menu andalan di warung Mbak Toen adalah pecel keong. (M. RIDWAN TRI ANGGORO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tak hanya di gemari warga lokal dan luar kota saja. Warung ini terkenal hingga ke negara tetangga, Malaysia. Salah satu media di sana rela datang untuk mencicipi nasi pecel keong milik Mbak Toen. “Dulu itu ada yang ngeliput dari Malaysia Mas. Jadi nggak cuma warga lokal sama media di Indonesia saja. Tapi dari Malaysia juga ada,” ungkapnya

Yanto menuturkan, pandemi tidak berpengaruh banyak terhadap omzet yang diperoleh rumah makan ini.  Warung Mbak Toen memiliki belasan karyawan yang siap melayani setiap harinya. “Kita sebisa mungkin tidak mengurangi jumlah karyawan mas, paling untuk sekarang ya dirubah jam kerjanya saja menjadi shift harian,” tuturnya.

Baca juga:  Kuah Bening, Tanpa Lemak, Sayuran Komplit

Warung Mbak Toen setiap harinya buka dari pukul 07.00 hingga 18.30. Hanya perlu merogoh kocek Rp 10.000-Rp 25.000 saja anda dapat memilih berbagai macam varian menu yang disediakan. Mulai dari olahan seafood seperti pecel keong, lele dan belut goreng hingga menu ayam bakar juga tersedia di sini. (mg18/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya