alexametrics

Romantisme Masa Lalu di Kafe Bernuansa Vintage

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Ingin santai sambil bernostalgia romantisme masa lalu? Hayam Wuruk Old (HOC) Café Semarang bisa menjadi pilihan.

Lokasinya berada bilangan Jalan Hayam Wuruk, Pleburan, Kota Semarang. Meski di tengah kota, HOC Café memberikan vibes ala romantisme kuno. Dengan menawarkan ketenangan dan kenyamanan.

Saat masuk kafe pengunjung disambut tumbuhan rambat yang menjalar. Membentuk sebuah terowongan.

Konsep penataan ruang dibuat zadoel (zaman dulu) ala 70-an. Sang pemilik ingin menawarkan sebuah tempat bernostalgia. Terdapat area indoor dan outdoor. Area outdoor memiliki furniture meja dan kursi kayu dengan warna seragam. Bernuansa coklat, hitam dan putih. Dilengkapi dengan foto aktor dan tokoh Hollywood.

Sementara area indoor, dilengkapi furniture serta barang-barang kuno. Mulai dari bentuk meja dan kursi bernuansa vintage. Tak luput beberapa foto tokoh-tokoh Indonesia melengkapi ruangan tersebut. Kafe ini juga menawarkan spot foto yang Instagramable.

“Konsepnya mengingatkan romantisme masa kecil saya. Dulu banyak bangunan dan barang kuno hingga ide itu yang membuat saya ingin menciptakan suatu tempat kopi yang nyaman sekaligus dapat mengenang masa lalu,” aku pemilik HOC Café Cahyono kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pelanggan yang tengah bersantai menikmati kopi di Kafe HOC. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kafe HOC juga membolehkan pelanggan membawa makanan dari luar. Menariknya, kafe ini tidak menjual minuman beralkohol. Hal itu sebuah pilihan, melihat lingkungan sekitar, serta membangun silaturahmi yang positif. “Satu pilihan, kedua juga lingkungan, jadi kafe untuk silaturahim juga yang positif,” akunya.

Baca juga:  Menikmati Keindahan Kopeng dari Latar Merbabu

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi merupakan salah satu pelanggan kafe HOC. Cahyono mengaku memang sudah mengenal Hendi sejak lama. “Kalo acara ulang tahun (kafe) pasti datang. Karena memang kenal dari lama,” imbuhnya.

Untuk menu andalan adalah nasi goreng kebuli dan tongseng iga. Sementara untuk minumannya, menu kopi tetap menjadi nomor satu.  Kafe tiga lantai dibangun di area seluas 288 meter persegi. Buka  mulai 12.00 – 21.00.  “Paling suka pesan V60 untuk menu kopi, kalau makanan biasa ayam geprek dan rice bowl,” aku seorang pelanggan, Ilham.

Ia mengaku sering mengunjungi kafe lantaran suasana yang membuatnya nyaman. “Saya suka sering kesini karena suasananya enak, tenang, kadang bisa sampai 3 jam nongkrong,” tambahnya. (mg2/mg4/fth)

Baca juga:  Berani Uji Nyali? Selfie dengan Kuntilanak, Pocong dan Genderuwo di Kampung Horor

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya