alexametrics

Ngopi sambil Nonton Sepur di Kopi Susu Bu Lurah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kota besar seperti Semarang tidak asing dengan coffe shop. Berbagai bisnis coffee shop terus tumbuh. Suasana yang unik jadi salah satu daya pikat menggaet pengunjung.

Salah satu lokasi kedai kopi yang unik untuk nongkrong adalah Kopi Susu Bu Lurah di Jalan Rinjani Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang cocok untuk dikunjungi. Selain tempatnya nyaman, berbagai macam kopi ada di sini. Keunikan yang tidak ditemui di tempat lain adalah keberadaan sepur asli yang tampak gagah nongkrong di area coffee shop.

Guntur, sosial media spesialis menjelaskan, Kopi Susu Bu Lurah menyediakan biji kopi yang 100 persen full arabika dengan rasa yang masih nendang kopinya. Tidak cuma kopi susu yang perlu dicoba, tapi ada slow bar juga.

Baca juga:  Melihat Banyak Gunung dari Camping Ground Gumuk Kapiran

Slow bar yakni tempat khusus untuk seduhan manual. Jadi tempat di mana pelanggan dengan barista bisa saling ngobrol. “Banyak yang akhirnya pelanggan kita yang lama kelamaan jadi teman, yang sebelumnya pelanggan tidak saling kenal dan sekarang menjadi saling kenal akrab,” kata Guntur.

Kopi Susu Bu Lurah buka pertama kali di Jakarta pada 2017. Sedangkan di Semarang baru buka pada 2020, dua minggu sebelum pandemi datang.

Keberadaan rangkaian kereta api ini tak lepas dari latar belakang pemilik Kopi Susu Bu Lurah, Sulistyo Wimbo Hardjito. Ia pernah menjadi direktur komersial PT Kereta Api Indonesia (KAI) periode 2009-2014. Wimbo juga pernah menjadi direktur utama PT Pelni (2014-2015) dan direktur utama PT Angkasa Pura 1 (2015-2016).

Lokomotif D 301 42 buatan pabrik Fried Krupp, Jerman di era 1960-an menjadi pajangan unik Kopi Susu Bu Lurah. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Selepas dari PT KAI, Wimbo ingin memiliki kenang kenangan dari KAI. Akhirnya ia membeli lokomotif diesel seri D 301 42 dan gerbong KRD MCW 302. Kereta ini sudah tidak beroperasi dan dijual dengan harga kiloan selayaknya besi tua. Setelah direstorasi, lokomotif buatan Jerman dan gerbong buatan Jepang tersebut menjadi pajangan di halaman rumah.

Baca juga:  Sajikan Kopi Lokal, Tawarkan Suasana Alam

Fasilitas yang ada cukup komplit. Mulai dari wifi, toilet, tempat meeting, wedding room dan musala. Musala ini agak unik yakni berada di dalam gerbong kereta.

Penempatan tempat duduk coffee shop sebagian besar berada di luar ruangan. Lokasi out door tidak terlalu panas karena sekitaran Kopi Susu Bu Lurah dikelilingi pohon-pohon besar. “Jadi kalau pengunjing ingin duduk-duduk di luar tidak kepanasan dan bisa lebih santai,” tambahnya.

Rata-rata yang nongkrong di Kopi Susu Bu Lurah mulai dari anak-anak sampai orang tua. Dari kalangan level bawah sampai level atas. “Sampai dulu pernah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut nongkrong istirahat sambil minum kopi di sini setelah ia sepedaan,” kata pria yang sudah bekerja di tempat itu selama 4 tahun.

Baca juga:  Bidik Milenial, Kedai Kopi Terus Menjamur

Variasi menu sangat beragam, dari americano harga Rp 17 ribu sampai kopi gGeisha yang berasal dari Kolombia dengan harga Rp 350 ribu per seduhan. Menu andalan di sini yakni kopi susu bu lurah, jadi kopi susu ini memakai kopi premium full arabika. “Jadi kalau ada yang lambungnya tidak kuat minum kopi, kopi susu ini tidak membuat sakit lambung. Jadi insya Allah aman,” ujar Guntur. (cr2/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya