alexametrics

Swing, Berayun dari Pohon Pinus Setinggi 15 Meter

Wisata Kampoeng Pinus Kabupaten Magelang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Wisata Kampoeng Pinus berada di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Wisata alam ini awalnya hanya spot foto. Potensi alam yang menarik membuat pemuda Karang Taruna Guyub Rukun Desa Katonan menggarap dan mengembangkan fasilitas secara bertahap.

Ada Camping ground. Tapi ada pilihan penginapan di rumah the hobbit atau di tenda. Terdapat lima rumah the hobbit yang dijadikan penginapan di wisata tersebut. Setiap rumah dibanderol Rp 200 ribu dengan kapasitas 4-5 orang. Sedangkan sewa tenda Rp 100 ribu dengan kapasitas sama.

Nuansa alam yang begitu indah menjadikan wisata ini sebagai jujugan. Wisatawan juga bisa menikmati berbagai permainan. Mulai yang sederhana hingga menantang adrenalin. Seperti flying fox dan swing game yang sedang dikembangkan.

Baca juga:  Bali Ndeso, Nikmati Kuliner Nusantara di Daringan Kesongo Kultur Tuntang

Permainan yang membutuhkan keberanian, khususnya ketinggian. Wisatawan harus mengenakan sabuk pengaman di tubuhnya, lalu dikaitkan dengan tali panjang dari atas pohon. Setelah siap, tangan kanan diminta erat tali dari arah kanan atasnya. Tali ditarik beberapa orang dari bawah. Wisatawan akan terangkat sampai ketinggian 15 meter. Ketika sudah di atas pohon pinus, genggaman tali dapat dilepaskan.

“swing,” berayun di antara pepohonan tinggi bak spiderman. Dengan biaya Rp 15 ribu wisatawan dapat mencoba game penuh adrenalin tersebut. Tidak jarang, wisatawan yang takut ketinggian akan loyo setelah selesai mencoba.

Pengunjung seperti dibawa terbang di tengah hutan. Tentu saja semua berteriak kencang saat tubuhnya berayun di atas angin. Mengerikan. “Tapi banyak yang mencoba,” jelas Pengelola wisata Wafa kepada Jawa Pos Radar Semarang..

Baca juga:  Mau Memandang Wonosobo dari Gunung Bismo? Ini Jalur Pendakiannya

Untuk asuransi keselamatan wahana masih dalam proses. Pihaknya sudah mengupayakan seoptimal mungkin termasuk helm keamanan. Untuk pengelolaan wisata dengan dana dari bumdes. “Kami sesuaikan request pengunjung, mereka ingin paket farming memetik buah dan ikut memanen sayur,” tambah Ketua Karang Taruna Guyub Rukun, Bejo.

Saat nataru tepatnya 2 Januari 250 pengunjung datang. Animo masyarakat besar membuatnya harus terus meningkatkan fasilitas. Sehingga wisatawan bisa semakin besar dan bisa memberikan kontribusi untuk perekonomian. “Kami akan terus membenahi dan melengkapi fasilitas. Semoga bisa semakin menarik lebih banyak pengunjung,” tambahnya. (taf/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya