alexametrics

Menikmati Alam Gubug Serut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Suara gemericik air mengalir diiringi semilir angin sejuk khas alam pedesaan menyambut kami ketika sampai di Gubug Serut. Sebuah wisata alam di kawasan Gunungpati, Kota Semarang. Tepatnya di Desa Persen, Sekaran.

Tak ada bangunan tinggi sejauh mata memandang. Yang terlihat hanyalah pepohonan rimbun dan tumbuhan perdu. Pemandangan di kawasan Gubug Serut memang panoramic. Di tengah hiruk-pikuk Kota Semarang, berwisata ke Gubug Serut dapat menjadi solusi penghilang rasa penat.

Lokasinya 12 kilometer dari pusat Kota Semarang. Dari Kawasan Simpang Lima Semarang, hanya membutuhkan waktu 30 menit.

Dari Jalan Dewi Sartika menuju Kampus Unnes sekitar dua kilometer. Di satu kilometer terakhir pengunjung harus melewati jalan berliku serta turunan tajam.

Baca juga:  Berani Uji Nyali? Selfie dengan Kuntilanak, Pocong dan Genderuwo di Kampung Horor

Akses jalan yang terbilang ekstrem ini hanya dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua. Pengguna kendaraan roda empat harus memarkirkan kendaraannya di luar area wisata dan harus berjalan kaki sejauh lebih dari 500 meter.

Namun perjalanan susah payah menuju Gubug Serut terbayar dengan segarnya aliran Kaligaran serta pemandangan sekitar yang masih alami. Tidak ada tiket masuk. Pengunjung hanya perlu membayar tarif parkir Rp 2.000. Cukup murah bukan. Cocok buat kalian yang ingin liburan namun dengan budget pas-pasan.

Destinasi wisata yang baru dibuka satu bulan ini awalnya hanya sebagai tempat nongkrong warga desa. Mereka membangun gubug di atas sebuah batu besar untuk tempat bercengkerama. Melihat adanya potensi wisata, warga berinisiatif menyulap lokasi tersebut menjadi objek wisata air.

Baca juga:  APTI Tolak Kenaikan Harga Pupuk

“Istilah Gubug Serut kami gunakan karena ada gubuk di tengah sungai. Sedangkan kata serut diambil dari pohon serut tua yang ada di sekitar sini. Kita gabungkan saja jadi Gubug Serut,” terang salah satu pengelola, Doni.

Menurut Doni, waktu favorit pengunjung untuk menyambangi Gubug Serut menjelang sore. “Di sini mau berenang bisa, main pakai ban juga bisa. Sewanya cuma Rp 5.000 nganti sak medhoke. Kalau mau main layangan juga bisa beli cuma Rp 4.000 sudah termasuk benangnya,” ujarnya.

Pengunjung tidak perlu khawatir perihal makanan saat berada di Gubug Serut. Sepanjang jalan menuju sungai, terdapat beberapa pedagang yang menjajakan berbagai makanan dan minuman. Seperti bakso, aneka gorengan, sate ayam, gethuk, dan berbagai minuman segar. Tentunya dengan harga ramah di kantong.

Baca juga:  Orang-Orang Berdandan ala Suku Indian Berseliweran, Menebar Senyum Kepada Pengunjung

Salah seorang pengunjung, Lasmi mengaku excited dengan panorama yang ada di Gubug Serut. “Lokasinya bagus, bisa buat refreshing,” ujarnya. (mg1/mg2/mg4/mg13/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya