Nikmati Langit Kampus yang Homey

460
Sejumlah pengunjung yang umumnya mahasiswa USM tampak menikmati makan malam dengan suasana temaram bersama rekan-rekannya. (Hanif Wahyu Cahyaningtyas/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Tak banyak kampus yang menyedikan kafe di rooftop. Tapi Universitas Semarang (USM) menyulap ruangan kosong menjadi kafe untuk nongkrong mahasiswa. Namanya Arah Awan Coffee Rooftop Bar.

Angin sepoi-sepoi berhembus melalui atap sebuah gedung tinggi. Semburat cahaya orange dari sisi barat, dipadukan dengan sinar temaram lampu kekuningan sangat cocok menemani bersantai di tengah sibuknya aktivitas kota. Demikian yang dirasakan para pengunjung Arah Awan Coffee Rooftop Bar.

Lokasi Arah Awan tidaklah sulit untuk dijangkau. Dari Kawasan Simpang Lima Semarang, hanya sekitar 12 KM melalui Jalan Kartini. Kafe ini berada di dalam kompleks Universitas Semarang (USM), tepatnya di Rooftop Menara Parkir II USM lantai tujuh. Untuk menuju ke lantai tujuh, pengunjung dapat menggunakan lift yang tersedia di gedung tersebut. Meski berada di area kampus namun kafe ini terbuka untuk umum.

Kafe yang buka sejak pukul 12 siang hingga 9 malam ini didominasi ruangan outdoor yang dapat memanjakan pengunjung. Apalagi kala senja menjelang, temaram dan gemerlap cahaya Kota Semarang terasa syahdu.

Frasa Arah Awan menurut sang pengelola kafe, Intan, memiliki filosofi bagai menuju ke arah awan. “Karena lokasi kafe ini di lantai tujuh, pengunjung yang datang seperti menuju ke arah awan. Maka, disebutlah Arah Awan,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Memiliki konsep yang unik, kafe berkapasitas 200 orang ini menyajikan perpaduan antara suasana rooftop dan makanan rumahan namun elegan. Hal itu memberikan kesan nyaman dan homey bagi pengunjung. Ditambah lagi, setiap malam minggu terdapat hiburan berupa live music yang dapat menjadi daya tarik tersendiri.

Harga hidangan yang ditawarkan Arah Awan relatif terjangkau, khususnya bagi mahasiswa. Dengan kisaran harga Rp 10 ribu hingga Rp 37 ribu, pengunjung dapat menikmati hidangan sekaligus pemandangan yang memanjakan mata.

Intan menjelaskan, minuman yang menjadi favorit pengunjung, yaitu Shakeratto, Arah Awan Punch, dan Okinawa Crunch. Sedangkan makanannya, yaitu Nasi Telur Dadar Saus Kari dan Omurice.

Kafe yang baru berjalan tiga minggu ini berada di bawah naungan Nestcology Group yang dikelola bersama Yayasan USM. Menurut Intan, pihak USM memang sedang melakukan pembenahan kampus. Mereka ingin mendirikan tempat hangout sendiri bagi mahasiswanya.

“Kebetulan pihak kampus memiliki lahan kosong di area parkir yang belum dimanfaatkan. Bersama pihak Nestcology, dibangunlah kafe Arah Awan ini,” ungkapnya.

Pihak pengelola Arah Awan mengaku nekat membuka kafe di masa pandemi Covid-19. Melalui berbagai pertimbangan, mereka memilih untuk tetap beroperasi meski secara bertahap. “Kami gambling aja sih buka pas lagi New Normal. Lagi pula, kafe ini diharapkan dapat memutar roda perekonomian di tengah pandemi Covid-19,” terangnya.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Semarang, segala penerapan protokol kesehatan telah dilakukan, seperti pengecekan suhu, penyediaan hand sanitizer, hingga pengaturan flow pengunjung.

Pengaturan flow dilakukan dengan sistem antre supaya tidak terjadi pembeludakan pengunjung di rooftop. Biasanya, penumpukan pengunjung terjadi pada sore hingga malam hari. Jika area kafe penuh, maka pengunjung diharapkan menunggu di lantai dasar sampai ada pengunjung di lantai tujuh yang keluar.

“Kami pastikan semua pengunjung mendapatkan tempat duduk, meski harus menunggu terlebih dahulu. Rencananya, lantai 8 akan dibuka dengan kapasitas 30 seat. Setidaknya dapat mengurangi antrean pengunjung,” ujarnya.

Tempat ini cocok untuk nongkrong bersama teman, pasangan, maupun keluarga. Terdapat dua jenis tempat duduk yang tersedia, yaitu berupa lesehan dan kursi. Menariknya, mereka menyediakan sejumlah bin bag bagi pengunjung yang ingin duduk lesehan.

Seorang pengunjung, Rifqi, mengatakan datang bersama temannya karena penasaran. “Kepo sama tempatnya karena di daerah Semarang Timur belum ada kafe rooftop seperti ini,” katanya. (mg2/mg4/ida/bas)