Mau Memandang Wonosobo dari Gunung Bismo? Ini Jalur Pendakiannya

338
MASIH ASRI: Hamparan pemandangan Wonosobo bisa kita lihat sesampainya di puncak gunung Bismo. (YUSUF FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KABUPATEN Wonosobo dikenal sebagai wilayah yang memiliki banyak gunung. Mulai dari Gunung Sumbing, Sindoro, Prau, Sikunir yang memang sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan. Nyatanya masih banyak tempat lain yang tak kalah menarik bagi mereka yang suka wisata ke gunung. Salah satunya Gunung Bismo yang baru saja dibuka untuk pendakian.

Gunung satu ini memang belum begitu terkenal. Sebab memang baru dibuka untuk umum. Namun, untuk para penikmat alam. Gunung satu ini patut untuk dicoba. Hamparan hutan masih tampak alami tanpa sentuhan manusia. Beraneka macam tumbuhan hidup subur di gunung ini.

Ditengah perjalanan selalu ada spot menarik yang tidak boleh dilewatkan. Seperti adanya track dewa brata, terowongan mesra, hamparan padang ilalang. Hingga dipuncak gunung, wisatawan bakal di manjakan dengan gugusan gunung yang berjejer dengan rapi. Hamparan kota wonosobo terlihat jelas dari atas gunung Bismo. Tak ketinggalan, luasnya Warna dan pengilon juga terlihat dari puncak Bismo. Apalagi jika cuaca mendukung, sunrise disana tak kalah menarik seperti sunrise yang ada di gunung lainnya. Dengan ketinggian 2.635 Mdpl, tentu bagi para pendaki  bukan masalah yang berarti.

Jalan pendakian menuju Pos 1 sudah cukup bagus karena jalan disusun dengan batu-batu tersusun. Ketika sampai di pos 1 batas hutan Dewabrata akan terlihat suasana ilalang berwarna kuning kehijauan.

Ketika pendakian berlanjut ke pos 2, pendakian akan mulai menantang. Hal ini karena jalan menuju pos 2 masih berupa tanah basah dan sering terasa licin disertai kontur tanah yang miring terjal. Jarak menuju ke pos 2 sekitar 750 meter.  Sampai di pos 2 hutan pakis Ganggaputra akan terasa suasana hutan pakis  yang teduh karena pohon pakis yang tinggi dan banyak. Apabila pendaki hendak beristirahat atau ingin berkemah, pos 2 adalah tempat yang disarankan karena area lahan yang cukup luas.

Setelah beristirahat di pos 2, pendaki dapat melanjutkan pendakian ke pos 3 namun harus lebih hati-hati, sebab kondisi jalan menuju pos 3 memiliki kondisi yang sama dengan jalan menuju pos 2 namun dengan kontur tanah yang lebih miring dan terjal.

Jarak menuju ke pos 2 sekitar 400 meter. Sampai di pos 3 Sigandul Pitamaha, pendaki mendapat suguhan pemandangan ilalang kuning kehijauan disertai beberapa pohon cemara.  Disayangkan, pos 3 memiliki area yang lebih kecil  sehingga pendaki tidak boleh berkemah di pos ini.

Perjalanan terakhir yaitu menuju ke puncak Gunung Bismo. Jarak antara pos 4 dan puncak mencapai 400 meter. Pendaki harus hati-hati saat melewati jalan ke puncak karena lebar jalan hanya sekitar setengah meter. Disamping kanan- kiri jalan terdapat jurang. (Sigit Rahmanto/bas/ap)