RADARSEMARANG.ID, Semarang - Berwisata di luar negeri tak perlu mengeluarkan kocek hingga puluhan juta.
Ke Malaysia misalnya, cukup dengan Rp 4 juta saja, sudah berwisata untuk waktu tiga hari dua malam.
Penawaran paket wisata ini disampaikan Direktur Tourism Malaysia Hairi Mohd Yaksan saat launching Malaysia Tourism Showcase (MATAS) di Hotel Novotel Semarang, Kamis (8/5/2025).
Hairi menjelaskan, kunjungan dari Indonesia di Malaysia diantaranya seperti kepentingan berlibur, berobat maupun untuk berbelanja.
Dalam kesempatan ini, ia sampaikan pada peserta yang berasal dari agen wisata itu, dengan memperkenalkan potensi destinasi wisata baru.
Ia menyebut, ada banyak tempat wisata menarik terutama di sebelah Utara Malaysia seperti Negeri Perak dan Pulau Penang.
Ada pula hiburan keluarga dengan tema air seperti Water Park, Lego Land dan sebagainya.
Destinasi selanjutnya, lanjut dia, kunjungan untuk berobat karena posisi Indonesia lebih dekat dan lebih terjangkau dibanding ke negara lain.
Kemudian, ia juga memamerkan pusat perbelanjaan Malaysia yang lebih menarik dan lebih murah.
Terakhir, ia menyuguhkan destinasi wisata kuliner yang khas seperti Nasi Kandar, Nasi Lemak, Roti Canai, Durian Musang King. Adapun, biaya paket wisata dimulai dari Rp 4 juta untuk tiga hari dua malam.
"Di samping itu, kita buka juga yang baru ini untuk dipromosikan kepada pasaran Indonesia, di sebelah Sabah dan Sarawak. Buat masa ini, kita sudah nampak bagi pasaran Sarawak sudah ada penerbangan langsung tujuh kali seminggu. Ke Sabah kita ada tiga kali seminggu daripada pantai barat," jelasnya.
Menurutnya, penawaran ini merupakan langkah cepat usai reaktivasi status Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Pihaknya membidik pelancong Indonesia berwisata ke Malaysia.
Hairi menilai, adanya keputusan Menteri Perhubungan yang mengembalikan status bandara internasional Semarang memberikan peluang yang baik bagi industri pariwisata internasional, khususnya ke Malaysia.
Ia berharap, kondisi wisata akan kembali seperti semula sebelum (pandemi) Covid. Dimana yang sebelum ini daripada Semarang ini ada tourism tujuh kali seminggu,"
Atas kabar baik itu, dirinya banyak berharap maskapai penerbangan segera menyambut baik dengan membuka jadwal penerbangan internasional di bandara Ahmad Yani Semarang. Ia pun menargetkan jumlah 4,3 juta pengunjung asal Indonesia.
"Target untuk tahun 2025 ini kami menyasarkan seramai 4,3 juta pelancong daripada Indonesia. Dengan bantuan promosi-promosi yang begini dengan rekan-rekan asosiasi dari ASITA, kami yakin akan bisa mencapai target," lanjutnya.
Hairi menyatakan, melalui program promosi pariwisata Malaysia, dirasa bisa meningkatkan jumlah kunjungan dari Indonesia.
Seperti pada tahun 2024, Indonesia menjadi negara penyumbang wisatawan terbanyak kedua bagi Malaysia. Yakni jumlah wisatawan mencapai 4,1 juta orang di tahun 2024.
"Jadi Jawa Tengah ini adalah pasaran yang berpotensi besar untuk mendapat daripada pelawat dari Indonesia ke Malaysia," tutur dia
Sementara itu, Muhammad Rodi selaku perwakilan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Tengah menyatakan, adanya isu lemahnya ekonomi dan efisiensi anggaran tidak berpengaruh pada industri pariwisata.
"Terkait isu-isu dari pemerintah terkait efisiensi saya kira tidak berpengaruh ya (terhadap kunjungan). Itu kan yang terpengaruh track record-nya di pemerintahan, tapi untuk masyarakat umum itu masih aman," kata dia.
Ia menyatakan, ASITA sendiri telah melakukan beragam upaya. Di antaranya audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Pertemuan itu dilakukan karena pihaknya juga masih menerima informasi terkait banyaknya batasan tertentu untuk melakukan perjalanan wisata, baik ke luar negeri maupun domestik. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi