Lelah Susuri Jalan 2,5 Km, Terbayar Indahnya Alam

590
Wisata alam Curug Lawe yang berada di Desa Kalisidi, Ungaran Barat dengan keasliannya. (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Dua air terjun yang lokasinya berada di sisi barat Gunung Ungaran di Desa Kalisidi, Ungaran Barat ini sangat indah. Tempatnya cukup tersembunyi di balik keaslian hutan milik Perhutani.

Lokasi wisata alam Curug Lawe ini cukup menantang. Cocok untuk anak muda. Terutama bagi yang suka mendaki gunung. Apalagi di lokasi tersebut juga ada Curug Benowo yang berjarak sekitar 700 meter.

Perjalanan untuk sampai ke curug yang terkenal di Jawa Tengah ini, harus menyediakan energi yang ekstra. Butuh waktu 43 menit untuk bisa menempuh jalan sepanjang 23 kilometer dari Semarang Kota. Kalau dari Kota Ungaran pastinya lebih cepat hanya 20 menit. Ini baru perjalananya menuju box tiket. Jam operasional curug sendiri mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 14.00. Tapi kalau banyak yang sudah antre sejak subuh, curug dibuka mulai pukul 06.00 pagi.

“Tiket untuk satu orang Rp 6 ribu dan parkir motor Rp 3 ribu, mobil Rp 5 ribu. Karena ini sedang masa pandemi Covid-19, dikenakan tambahan biaya Rp 4 ribu untuk operasional new normal,” ungkap Hamsah warga sekitar sekaligus tukang parkir di lokasi tersebut.

Setelah parkir dan bayar pengunjung, harus mematuhi protokol kesehatan. Harus cuci tangan dan cek suhu tubuh. Nah, dari sini masih harus menempuh perjalanan panjang membelah perkebunan cengkeh. Tidak ada pantangan. Hanya saja, pastikan badan fit dan membawa air minum minimal satu liter. Boleh lebih. Karena pedagang makanan di tempat tersebut tidak selalu ada. Hanya ada di beberapa titik.

Selama perjalanan, pengunjung akan menyusuri sungai yang aliran airnya dari curug. Cuman 70 sentimeter lebar jalannya. Jika bertemu rombongan lain, maka harus bergantian melewatinya. Pengunjung akan melalui jembatan merah atau jembatan romantis. Jembatan ini kesannya kuno dan sedikit menyeramkan. Ketika melangkah, ada suara khas kayu yang diinjak memeluk. Tetap hati-hati karena di sisi kanan tebing yang tanahnya kerap longsor dan sisi kiri jurang. Total jarak jalan yang dilalui menuju Curug Lawe 2,5 kilometer. Satu jam perjalanan jika tidak beristirahat dan 2 jam jika sering berhenti.

Kalau tidak kuat disarankan beristirahat karena pengunjung harus melalui ratusan anak tangga. Sebab jika pingsan, akan sulit berkomunikasi di dalam hutan yang hilang sinyal.

“Jauh memang. Tapi semua itu terbayar saat sampai ke air terjun yang menawarkan pesona alam sangat keren. Capeknya jadi hilang,” celetuk Yosep Adul warga Demak yang sudah sejak pukul 07.00 berada di curug.

Terlihat bentangan tebing membentuk setengah lingkaran dengan air terjun yang mengalir deras. Sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun, cocok untuk menyeduh kopi panas. Curug Lawe tidak hanya untuk tempat wisata. Bagi pecinta yoga, ini menawarkan ketenangan. (ria/ida/bas)