Mengapung di Beningnya Black Canyon

787
Pengunjung Black Canyon bermain air di aliran Sungai Welo. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Wisata alam memiliki magnet tersendiri untuk menarik para pelancong. Salah satunya di area wisata alam Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

Berada di area pegunungan, sepanjang Jalan Raya Doro-Petungkriyono tersaji puluhan pilihan wisata alam. Mulai curug, area outbound hingga berbagai wisata alam lainnya.

Wisata alam di Petungkriyono yang saat ini sedang dilirik para pelancong adalah Black Canyon. Tempat tersebut menyajikan alternatif bersantai di tengah aliran Sungai Welo. Tak heran tiap weekend ratusan pengunjung berdatangan di Desa Kayupuring. Hamparan luas area parkir pun terlihat penuh sesak.

Black Canyon menjadi pilihan para pelancong karena memiliki sajian alam yang masih asri. Dasar aliran sungai bisa dilihat siapapun, dengan bebatuan kecil hingga besar berwarna hitam. Tak bisa ditolak, segarnya air dari pegunungan tersebut membuat orang yang datang ingin menceburkan diri.

Mereka mengapung sembari menghanyutkan diri. “Seru sekali, saya tadi dari bawah aliran air terjun. Hanyut sampai sini,” ujar Rizky usai menghanyutkan diri sejauh belasan meter.

Alirannya tidak deras. Beberapa pengunjung pun terlihat bergerombol di tepian. Memandang awan yang berjalan beriringan, sambil berpegangan tangan di atas aliran sungai yang tak berarus. Hawa sejuk juga turut menghangatkan suasana mereka yang sedang bersantai tersebut.

Tak perlu repot bawa pelampung dari rumah. Pengelola menyediakan penyewaan dengan harga murah. Hanya Rp 10 ribu. “Pengunjung bisa berenang di sungai, biar tetap aman kami juga sediakan pelampung. Yang mau bersantai bisa lesehan di gazebo-gazebo pinggir sawah itu,” ujar Wahyono, 45, pengelola Black Canyon.

Tempat tersebut belum banyak diketahui orang, karena baru satu tahun dirintis. Potensi alam benar-benar dilihat oleh warga setempat untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Padahal hanya aliran sungai, namun pengunjung rela berdatangan dan menyemut di tepian hingga tengah aliran Sungai Welo tersebut.

Sebelum sampai ke aliran sungai, tiap orang yang datang diharuskan menuruni anak tangga dari susunan bebatuan. Tidak terlalu jauh. Hanya sekitar lima menit berjalan kaki hingga sampai di tepian sungai.

Kedalaman sungainya mulai dari di bawah lutut hingga tujuh meter. Sebelumnya, lokasi tersebut dikenal dengan nama Kedung Sipingit. Namun saat ini lebih dikenal dengan nama Black Canyon. Lokasinya diapit oleh tebing batu tinggi, air di sungai itu juga sangat segar. “Saat weekend sekitar 400an pengunjung datang, kalau hari biasa cuma 100 sampai 150an orang,” imbuhnya.

Rute menuju Black Canyon tidak sampai satu jam dari pusat Kota Pekalongan. Dari Jalan Pantura, pengunjung bisa menuju arah Kajen ke Jalan Watusalam. Sesampainya di Kecamatan Doro, kita tinggal menuju arah Petungkriyono. Cukup mengikuti jalan tersebut, hingga sampai ke tujuan. Rutenya tentu naik-turun dan berliku karena di pegunungan.

Bagi pelancong yang hendak ke tempat tersebut tentunya diwajibkan mengenakan masker. Ada pengecekan sebelum pengunjung memasuki area wisata Petungkriyono. Pengunjung tak bermasker dipersilakan untuk putar arah. (yan/ton/bas)