Negeri Bunga ala Kaliangkrik

655
Dyah Ekasari/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID – Ada objek wisata menarik yang patut dikunjungi di Kabupaten Magelang. Yakni Taman Bunga Pagoda. Lokasinya di Dusun Candirejo RT 01 RW 03, Desa Ketangi, Kecamatan Kaliangkrik. Objek wisata yang baru beroperasi delapan bulan ini menyuguhkan taman bunga yang dipadu dengan ekowisata, eduwisata, wisata air dan landmark bangunan khas.

Pemiliknya, anak muda kreatif, David Masruhan, 33. Bapak satu anak ini menyulap lahan tidur milik keluarga, menjadi sebuah objek wisata menarik. Konsepnya seperti di Negeri Sakura. Terdapat bangunan pagoda. Tempatnya strategis. Memiliki latar belakang Bukit Payung. Pengunjung juga bisa menikmati keindahan Gunung Sumbing dan hamparan kekhasan nuansa desa.

Lokasi Taman Bunga Pagoda, mudah dijangkau. Dari Alun-Alun Kota Magelang hanya sekitar 15 km saja. Sedangkan dari Kantor Kecamatan Kaliangkrik sekitar 3 km. Menuju Taman Bunga Pagoda, jalannya cukup menanjak.  Namun sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang ciamik. Deretan pegunungan. Hawanya pun sejuk.

Setidaknya, ada lima tikungan yang harus dilalui pengunjung. Kendala hanya minimnya papan petunjuk. Namun demikian, petunjuk google maps sudah cukup kuat dan akan mengantarkan sampai tujuan.

Pengunjung tak perlu repot memarkirkan kendaraannya. Sebab, di kawasan Taman Bunga Pagoda, sudah disediakan lahan parkir yang cukup representatif. Luasnya 15 meter x 30 meter. Mampu menampung kurang lebih 500 kendaraan roda dua dan 30 roda empat.

Saat berada di dalam Taman Bunga Pagoda, pengunjung akan disuguhkan hamparan bunga berbagai jenis. Tak sekadar taman bunga, pengunjung akan dimanjakan dengan spot selfie yang lumayan banyak. Saat ini yang menjadi favorit adalah spot Pagoda. Dari atas Pagoda, pengunjung dapat menikmati pemandangan dengan jelas hamparan pinus dan pemandangan lereng Gunung Sumbing.

Untuk tiket anak-anak di bawah 3-5 tahun dibandrol Rp 5000. Sedangkan anak-anak di atas 5 tahun dan dewasa Rp 10.000.

Tak sekadar taman bunga, pengunjung yang ingin outbond juga bisa. Objek lain yang patut dijajal adalah panahan, wahana mainan anak, kolam anak-anak, area senam, gazebo pertemuan, terapi ikan, camping dan kuliner.

Bagi yang ingin menikmati wahana air, seperti balon air, sepeda air, perahu dan pelet ikan, biayanya mulai Rp 2.000-10.000. Kemudian ada juga wisata edukasi seperti penanaman bibit bunga yang disediakan pihak pengelola. Sementara untuk paket camping tarifnya Rp 170 ribu.

Bahkan untuk memperkuat nuansa khas Jepang, ada baju Kimono yang bisa disewa oleh pengunjung. Dengan Rp 10.000-Rp 25.000, pengunjung bisa berfoto sepuas hati ala Jepang.

David Masruhan sengaja ingin menampilkan ikon Pagoda layaknya di negeri Sakura, karena ingin tampil beda dari objek wisata lain. Utamanya yang ada di Kabupaten Magelang. “Saya melihat banyak objek wisata di sekitar sini yang sudah memiliki ikon masing-masing. Lalu saya mencari sesuatu yang berbeda dari yang lainnya. Dan akhirnya saya memilih Pagoda saja,” kata David.

David mengungkapkan, Taman Bunga Pagoda resmi dibuka pada 19 Desember 2019 silam. Memanfaatkan lahan seluas satu hektare. Di ketinggian 800 Mdpl, di bawah Bukit Sipayung Kaliangkrik. Daya tampung Taman Bunga Pagoda, kata David, kurang lebih 1.000 pengunjung/hari.

David mengaku, kendala saat ini adalah akses Taman Bunga Pagoda yang belum bisa menampung bus berukuran besar. Sebab, saat ini lebar jalan hanya sekitar 5-7 meter. Taman Bunga Pagoda hanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua, roda empat, dan mini bus saja. (had/mg1/mg2/mg3/zal/bas)