Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Siswa SMP Negeri 2 Pringsurat Bakar Sekolah karena Sering Dibully, Sempat Lakukan Uji Coba Peledak

Addin Alfath • Kamis, 29 Juni 2023 | 17:01 WIB
Petugas melakukan olah TKP SMP Negeri 2 Pringsurat.
Petugas melakukan olah TKP SMP Negeri 2 Pringsurat.

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Siswa pembakar SMP Negeri 2 Pringsurat, Temanggung sakit hati pada teman-teman dan beberapa guru. Ia merasa mendapat bully selama setengah tahun. Hal itu yang membuatnya ingin balas dendam dengan membakar sekolah.

Pelaku berinisial RSE ini mengaku sering diejek teman-temannya dengan memanggil menggunakan nama orangtua. Ia juga pernah dikeroyok 5 teman sekelas dan kakak kelas. Ketika melaporkan pengeroyokan itu ke guru, ternyata respon guru tidak sesuai harapan.

“Guru hanya memanggil siswa yang saya laporkan mengeroyok, saya pengennya sekolah memanggil orang tua mereka agar tidak mengulangi perbuatan tersebut. Soalnya badan saya sampai bengkak-bengkak dan tergores,” katanya Rabu (28/6).

Dia merasa sakit hati ketika temannya menyebut atau memanggilnya dengan nama orang tua. Kalau guru, dia sakit hati karena kreasi karya buatannya tidak dihargai. Selain itu, tanpa bilang sesuatu, ada guru yang pernah merobek-robek tugasnya. Padahal dia tidak terlambat dalam mengumpulkan tugas tersebut. Dia merasa sudah mendapat bully selama setengah tahun.

“Sekarang mau naik kelas 2. Sebenarnya sudah ada perasaan kalau akan ditangkap. Agak takut, 50 persen. Saya menyesal sudah melakukan perbuatan ini,” ungkapnya.

RSE mengaku belajar membuat peledak tersebut dari teman. Dia menghabiskan Rp 15 ribu untuk meracik bahan peledak. Ujicoba dilakukan selama 2 minggu. Salah satunya, pernah dia uji coba bersama temannya.

Sebenarnya, dia hanya berniat membakar gudang prakarya saja. Karena ada hasil karya semua siswa, termasuk miliknya, yaitu gambar dan kaligrafi. Dia membakar peledak di samping lapangan untuk mengetes apakah peledak yang dia buat berhasil atau tidak. “Sekarang sudah tidak ada rasa dendam, sudah puas dengan yang kemarin,” ujarnya.

Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi menjelaskan, penangkapan pelaku mengacu pada identifikasi CCTV. Di situ terbaca sebuah kendaraan, dan tas pelaku. Polisi menemukan sebuah tanda khusus yang mengarah pada RSE. Akhirnya pelaku ditangkap di rumahnya pada pagi hari usai kejadian.

Hasil penyelidikan kepolisian, tersangka yang masih di bawah umur tersebut nekat membakar sekolah karena sering di-bully, merasa kurang perhatian guru, prakarya miliknya dinilai biasa saja, padahal dia ingin nomor 1, pernah menjadi calon ketua PMR tapi kalah, dan sering berurusan dengan guru BK.

Pelaku telah merencanakan untuk membakar sekolah seminggu sebelumnya. Tersangka juga melakukan uji coba atau membuat peledak di belakang rumah dan berhasil.

“Cara membuat ramuan peledaknya belajar dari sesorang, tapi kita lacak alamatnya tidak jelas. Ramuan peledak diisi paku, ketika dinyalakan langsung meletup tanpa perlu dilempar,” jelas Agus.

Pelaku sempat membuat 3 alat peledak. Dia meletakkan dan meletupkan 1 peledak di kanan sekolah yang terdapat CCTV, 1 di gudang prakarya yang berisi bahan-bahan mudah terbakar seperti kayu, kardus, serta hasil karya siswa.

 Api dari peledak kedua ini membuat isi gudang prakarya ludes terbakar. Bahkan api menjalar ke ruang kelas. Terdapat 2 ruang kelas yang separo atapnya ludes terbakar bahkan hampir roboh. Satu peledak lagi dia taruh di green house. Dia ingin membakar spanduk bertuliskan congratulation kelulusan.

Barang bukti yang diperoleh polisi antara lain botol, paku, korek api. Kerugian sekolah berupa 2 gedung atapnya kebakar, penyimpanan prakarya habis, green house, dan spanduk. “Tersangka kita kenakan pasal 187 (KUHP) tentang pembakaran. Tersangka akan dijatuhi hukuman separo dari orang dewasa,” tambahnya. (din/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#Siswa bakar sekolah temanggung #SMP Negeri 2 Pringsurat #Bullying