Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Angka Perkawinan Anak Cukup Tinggi

Agus AP • Minggu, 7 Mei 2023 | 01:18 WIB
JO KAWIN BOCAH : Ketua TP PKK Temanggung Eni Maulani Saragih berinteraksi dengan para pelajar di SMP Negeri 6 Temanggung Kamis (4/5).(DOK HUMAS PEMKAB TEMANGGUNG)
JO KAWIN BOCAH : Ketua TP PKK Temanggung Eni Maulani Saragih berinteraksi dengan para pelajar di SMP Negeri 6 Temanggung Kamis (4/5).(DOK HUMAS PEMKAB TEMANGGUNG)
RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung kembali mengelar kampanye Jo Kawin Bocah. Kamis (4/5), kampanye berlangsung di SMP Negeri 1 Parakan dan SMP Negeri 6 Temanggung.

Ketua TP PKK Kabupaten Temanggung Eni Maulani Saragih, guru serta siswa melakukan joget khas Jo Kawin Bocah. Siswa mengikuti joget ini dengan antusias. Para siswa-siswi dan guru bersemangat menyanyikan jingle Jo Kawin Bocah.

Eni menyampaikan, masa-masa SMP merupakan masa pubertas. Sehingga, para siswa-siswi perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah pernikahan dini. Dia mengajak semua siswa agar belajar yang giat, dan mengimbau agar tidak sampai terjadi hubungan seks dini.

Hal itu supaya tidak terjadi pernikahan dini atau jangan kawin bocah. Siswa-siswi harus bersekolah yang tinggi untuk menggapai cita-cita.

“Angka perkawinan anak di Temanggung saat ini cukup tinggi, sehingga diperlukan sosialisasi untuk mengurangi stunting dan pernikahan dini. Hal ini perlu terus dilakukan di seluruh kecamatan di Kabupaten Temanggung,” jelasnya.

Menurut dia, pernikahan sebelum waktunya akan berpotensi melahirkan anak stunting. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan sosialisasi dalam rangka mencegah stunting dari hulu.

Eni berinteraksi dengan para pelajar. Dia memberikan edukasi tentang pentingnya tanda baligh atau tanda mulai berfungsinya organ reproduksi, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Eni berharap, muncul kesadaran bagi pelajar untuk berhati-hati agar tidak terjerumus pada tindakan yang merugikan. "Pacaran boleh, tetapi sebagai penyemangat saja, belum boleh yang serius karena kalian masih waktunya belajar," ujarnya pada para siswa. (din/ton) Editor : Agus AP
#Angka perkawinan anak #Angka Perkawinan