Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

PMI Temanggung Masih Minim Sarpras

Agus AP • Selasa, 1 Juni 2021 | 19:48 WIB
Sekjen PMI Pusat Sudirman Said saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir Kabupaten Pekalongan, Minggu (28/2/2021). (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sekjen PMI Pusat Sudirman Said saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir Kabupaten Pekalongan, Minggu (28/2/2021). (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Bambang Dewantoro kembali terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung. Terpilihnya Bambang Dewantoro melalui hasil mufakat musyawarah kabupaten (Muskab) yang digelar di gedung Pertemuan PMI Kabupaten Temanggung, Senin (31/5/2021).

Bambang lantas memaparkan beberapa pokok yang menjadi fokus PMI Kabupaten Temanggung ke depan. Yakni mengupayakan kelengkapan sarana prasarana PMI yang dirasa masih kurang. "Tahun ini kita coba melengkapi sarana prasarana. Itu kan menjadi semacam modal untuk bekerja kita. Termasuk salah satunya gedung, kelengkapan mobilitas seperi ambulans dan kelengkapan administrasi perkantoran,” tuturnya.

Selain itu mengadakan pembenahan internal. Yakni memperkuat sistem manajemen dan pola kerja yang lebih tertata di kalangan kepegawaian dan pengurus. Serta mempersiapkan SDM yang bermutu dan berkualitas.

“Untuk mencapai hal tersebut, antara pengurus PMI, pegawai dan relawan harus satu. Harus bersama-sama saling memahami, saling membantu dan melengkapi,” imbuh Bambang.

Pihaknya mencoba membumikan PMI di kalangan masyarakat. Mengingat beberapa waktu lalu pihaknya masih mendapati satu dua kelompok yang menganggap bahwa tugas PMI hanya sebagai tempat donor dan jual darah.

Tidak kalah penting menurut Bambang adalah terkait kondisi relawan yang dirasa masih memprihatinkan. Kendati statusnya adalah relawan, Bambang berharap balas jasa bagi para relawan bisa dipenuhi secara wajar.

“Kita masih prihatin dengan kondisi relawan. Relawan sudah punya semangat yang tinggi tetapi tidak diimbangi dengan pemberian jasa kepada mereka. Itu yang harus kita perbaiki ke depan. Contoh penanggulangan bencana kebakaran di Tretep hanya mendapat uang penugasan yang kecil, Rp 30 ribu satu orang dalam sehari,” pungkasnya (cr2/lis) Editor : Agus AP
#PMI