Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alun-alun Temanggung Disterilkan dari PKL

D

 


Advertisement

Kawasan Alun-alun Temanggung steril dari pedagang kaki lima serta terlihat spanduk larangan berjualan di kawasan ini. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Kawasan Alun-alun Temanggung steril dari pedagang kaki lima serta terlihat spanduk larangan berjualan di kawasan ini. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID,  TEMANGGUNG - Sejak enam hari terakhir, kawasan Alun-alun Temanggung steril dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam mengembalikan fungsi ruang publik.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang ini Kamis (2/4) siang, kondisi kawasan tampak lengang. Tidak ada transaksi jual beli antara PKL dengan pembeli seperti biasanya. Kini, hanya beberapa warga duduk-duduk di sekitar alun-alun.

Advertisement

Sekretaris Daerah (Sekda) Temanggung, Tri Winarno, mengatakan, kebijakan sterilisasi kawasan alun-alun ini merupakan hasil rapat bersama lintas stakeholder. Hal ini melibatkan Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, serta pengelola Car Free Day (CFD).

“Kami sudah rapatkan bersama stakeholder. Intinya Alun-alun akan disterilkan, terutama untuk kegiatan olahraga dan ruang publik,” ujarnya Kamis (2/4).

Advertisement

Winarno menjelaskan, penataan dilakukan pada dua aspek, yakni kegiatan Car Free Day (CFD) dan aktivitas harian. Untuk CFD, area yang digunakan akan disesuaikan dengan izin yang berlaku. Yakni mulai dari perempatan BCA hingga kawasan Alun-alun, dengan pengaturan di satu sisi jalan.

“CFD akan kita optimalkan sesuai izin, agar tidak terlalu padat di lingkar Alun-alun,” jelasnya.

Sementara itu, persoalan utama justru berasal dari PKL harian yang jumlahnya cukup banyak. Kondisi itu dinilai kerap menyebabkan kepadatan di sekitar kawasan tersebut.

Sebagai solusi, Pemkab Temanggung menyiapkan skema relokasi PKL harian ke kawasan Batik Mbako atau di Jalan Brigjen Katamso. Kawasan tersebut dinilai masih memungkinkan untuk menampung pedagang.

Berdasarkan hasil pemetaan, kapasitas lokasi relokasi diperkirakan mampu menampung sekitar 80 hingga 130 pedagang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PKL Kopi di Trotoar Adi Sucipto Salatiga Menjamur, Satpol PP Salatiga Turun Tangan

PKL Kopi di Trotoar Adi Sucipto Salatiga Menjamur, Satpol PP Salatiga Turun Tangan

Pedagang di sepanjang jalan tersebut seluruhnya sudah diberikan SP 1 sebagai teguran. Malam ini ditingkatkan menjadi SP 2,” kata Irwan.

 Bau Pesing, Damkar dan Satpol PP Salatiga Turun Semprot Trotoar Jetis

Bau Pesing, Damkar dan Satpol PP Salatiga Turun Semprot Trotoar Jetis

“Ini respons terhadap keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial,” ujar Ponco.

Ratusan Bangunan Liar  di Bantaran Sungai Daleman dan Onggorawe Sayung Dibongkar Petugas Gabungan

Ratusan Bangunan Liar di Bantaran Sungai Daleman dan Onggorawe Sayung Dibongkar Petugas Gabungan

Ratusan bangunan liar yang berdiri di bantaran Sungai Daleman dan Onggorawe Desa Gemulak, Kecamatan Sayung dibongkar tim gabungan Satpol PP, Dinputaru, TNI Polri dan instansi terkait lainnya kemarin. Pembongkaran ini

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer