Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

1.847 Botol Miras Hasil Operasi Pekat di Temanggung Dimusnahkan

D

 


Advertisement

 Pemusnahan ribuan alkohol hasil operasi pekat selama Ramadan 1447 Hijriah.
Pemusnahan ribuan alkohol hasil operasi pekat selama Ramadan 1447 Hijriah.

RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Sebanyak 1.847 botol minuman beralkohol atau minuman keras (miras)hasil sitaan dalam Operasi Pekat Candi 2026 dimusnahkan.

Hal ini sebagai upaya menekan penyakit masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Operasi Pekat Candi 2026 dilaksanakan sejak 17 Februari hingga 8 Maret 2026. Yakni dengan sasaran berbagai penyakit masyarakat. Terutama peredaran minuman beralkohol.

Pemusnahan dilakukan dengan cara digilas menggunakan mobil slender di halaman Mapolres Temanggung.

Advertisement

“Minuman beralkohol menjadi sasaran utama operasi karena dampak dari konsumsi miras sering memicu berbagai tindak pidana seperti penganiayaan, pencurian, jambret, begal, hingga pembunuhan,” kata Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini di Mapolres Temanggung, Selasa (18/3).

Dari hasil operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan miras dari 16 orang penjual di wilayah Kabupaten Temanggung.

Total barang bukti yang disita mencapai 1.847 botol. Terdiri dari 1.075 botol minuman beralkohol berbagai merek dan 772 botol minuman beralkohol tradisional jenis ciu.

Zamrul menegaskan, kegiatan penindakan terhadap peredaran miras akan terus dilakukan hingga ke wilayah pelosok desa. Hal ini guna menekan potensi gangguan keamanan di masyarakat.

“Kami bersama Forkopimda dan FKUB berkomitmen memberantas penyakit masyarakat. Kami akan terus melakukan penertiban sampai ke desa-desa,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan memberikan apresiasi kepada Polres Temanggung atas upaya penindakan terhadap peredaran miras di wilayahnya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan kondisi Temanggung yang aman, tertib, dan kondusif. Terutama selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

“Ini adalah ikhtiar untuk menjaga Temanggung tetap aman dan nyaman,” kata Agus.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga telah menyiapkan empat posko keamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Khususnya pada malam takbiran.

Agus juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban saat menyambut Idulfitri.

“Harapannya masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan. Ini adalah kerja bersama agar perayaan Idulfitri di Temanggung berjalan aman dan tertib,” tambah Agus. (dev)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cerita Azka Alfi, Pemuda Temanggung yang Menembus Sepak Bola Eropa Lewat Karya Ilustrasi Digital

Cerita Azka Alfi, Pemuda Temanggung yang Menembus Sepak Bola Eropa Lewat Karya Ilustrasi Digital

Bagi Azka Alfi Rijalul Fikri, pemuda asal Kabupaten Temanggung,  kecintaan tersebut justru ia tumpahkan melalui goresan kuas digital yang kini sukses menembus panggung sepak bola dunia.

Waduh! Ternyata Ada 35 SD Negeri di Temanggung yang Krisis Murid, Bahkan Satu Sekolah Tidak Ada Pendaftar

Waduh! Ternyata Ada 35 SD Negeri di Temanggung yang Krisis Murid, Bahkan Satu Sekolah Tidak Ada Pendaftar

ada 35 SD negeri di Temanggung yang hanya memperoleh kurang dari lima siswa baru. Bahkan, satu sekolah kembali tidak mendapatkan pendaftar sama sekali.

Hanya Dapat Dua Murid Baru, Gilang Tetap Semangat Jalani Hari Pertama Sekolah di SDN Butuh Temanggung

Hanya Dapat Dua Murid Baru, Gilang Tetap Semangat Jalani Hari Pertama Sekolah di SDN Butuh Temanggung

Hari pertama tahun ajaran baru 2026/2027 di SD Negeri Butuh, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, berlangsung sederhana dan penuh semangat. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer