Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bisa Bergerak dengan Kecepatan 28.000 Kilometer per Jam, Mengenal International Space Station dan Fakta Unik Didalamnya

Muchammad Nachirul Ichsan • Rabu, 29 November 2023 | 21:14 WIB
International Space Station menjadi laboratorium terbesar di luar angkasa
International Space Station menjadi laboratorium terbesar di luar angkasa

RADARSEMARANG.ID - Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah menjadi prestasi luar biasa dalam eksplorasi luar angkasa manusia.

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 1998, ISS telah menjadi laboratorium terapung di luar angkasa yang memungkinkan para astronaut dari berbagai negara bekerja sama dalam riset ilmiah dan eksperimen teknologi.

ISS bukan hanya sebagai tempat untuk melakukan penelitian ilmiah, tetapi juga menyimpan sejumlah fakta unik yang mungkin belum banyak diketahui.

1. Kerjasama Antar Negara

ISS bukan hanya proyek satu negara, tetapi merupakan hasil kerjasama antar negara.

Ada lima mitra utama dalam proyek ini, yaitu Amerika Serikat (NASA), Rusia (Roscosmos), Eropa (ESA), Jepang (JAXA), dan Kanada (CSA).

Kerjasama lintas batas ini mencerminkan upaya bersama untuk menjelajahi luar angkasa.

2. Labaratorium Luar Angkasa Terbesar

ISS bukan hanya tempat tinggal bagi para astronot, tetapi juga merupakan laboratorium luar angkasa terbesar di dunia.

Di dalamnya, para ilmuwan dapat melakukan berbagai eksperimen di lingkungan mikrogravitasi, yang tidak mungkin direplikasi di Bumi.

Hal ini membuka pintu untuk penelitian ilmiah yang mengarah pada pemahaman lebih mendalam tentang fisika, biologi, dan teknologi.

3. Kecepatan Luar Biasa

ISS mengorbit Bumi dengan kecepatan yang luar biasa, mencapai sekitar 28.000 kilometer per jam.

Kecepatan ini memungkinkan ISS untuk melingkari Bumi dalam waktu sekitar 90 menit.

Oleh karena itu, para astronaut di dalamnya dapat menyaksikan matahari terbit dan terbenam beberapa kali dalam sehari.

4. Menyediakan Ruang Tidur

Meskipun para astronot tidak merasakan gravitasi yang sama seperti di Bumi, mereka tetap tidur di posisi yang mirip dengan di Bumi. Namun, tidur di antariksa memiliki tantangan tersendiri.

Astronot menggunakan sleeping bag yang diperlengkapi dengan tali untuk menjaga tubuh tetap di tempat saat tidur, mengingat adanya hukum fisika mikrogravitasi.

 Baca Juga: Ini Dia 5 Produk Outdoor yang Wajib Dimiliki Para Pendaki Gunung, Semua Asli Indonesia!

5. Bisa Menelpon Keluarga di Bumi

Meskipun di luar angkasa, para astronot tetap ingin berkomunikasi dengan keluarga mereka di Bumi.

Oleh karena itu, di ISS terdapat telepon satelit yang memungkinkan mereka untuk melakukan panggilan telepon dengan keluarga dan teman-teman mereka di Bumi.

6. Makanan yang Dimodifikasi

Makanan di ISS mengalami modifikasi agar sesuai dengan lingkungan luar angkasa. Misalnya, makanan diubah bentuknya agar tidak terbang ke segala arah karena mikrogravitasi.

Selain itu, makanan juga dipilih dan dipersiapkan dengan cermat untuk memastikan asupan gizi yang cukup bagi para astronot.

ISS tetap menjadi salah satu prestasi teknologi terbesar manusia, menghadirkan kerjasama global dan memungkinkan penelitian ilmiah di luar batas-batas Bumi.

Sebagai laboratorium luar angkasa yang mengorbit Bumi, ISS terus memberikan kontribusi penting bagi pemahaman manusia tentang kehidupan di antariksa. (*/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#iss #luar angkasa #nasa #International Space Station