Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Contributor Fund Shutterstock, Foto Tak Laku Tetap Dibayar

L
Penulis: Lutfi Hanafi❯
Contributor Shutterstock saat melihat layar pendapatan Contributor Fund
Contributor Shutterstock saat melihat layar pendapatan Contributor Fund

RADARSEMARANG.ID – Dunia microstock kembali bikin kejutan. Sejumlah kontributor baru Shutterstock mengaku kaget saat membuka akun mereka.


Advertisement

Tanpa ada satu pun foto, video, atau vektor yang terjual, saldo dollar tiba-tiba bertambah.

Fenomena ini ramai dibahas di komunitas microstock Indonesia. Banyak newbie mengira terjadi kesalahan sistem.

Namun setelah ditelusuri, sumber cuan tak terduga itu berasal dari Contributor Fund, skema pendapatan baru di Shutterstock.

Advertisement

 

Contributor Fund adalah dana kolektif yang dibayarkan Shutterstock kepada kontributor ketika aset mereka digunakan di luar penjualan lisensi reguler, terutama untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI). Dan kebijakannya ini sudah berlangsung sejak tahun kemarin.

Berbeda dengan sistem microstock klasik yang mengandalkan unduhan, Contributor Fund tidak bergantung pada jumlah download foto atau video.

Advertisement

Shutterstock saat ini menjadi salah satu pemasok data visual terbesar di dunia.

Jutaan foto dan video kontributor digunakan sebagai dataset untuk melatih sistem computer vision dan AI generatif milik perusahaan teknologi global.

Perusahaan seperti OpenAI hingga Google membutuhkan data visual dalam jumlah masif, lengkap dengan metadata yang rapi.

Pendapatan dari lisensi data AI tidak dihitung per unduhan. Shutterstock mengumpulkannya dalam pooled fund atau dana bersama, lalu membagikannya ke kontributor secara proporsional.

Pembayaran ini muncul sebagai item terpisah bertuliskan “Contributor Fund” di laporan penghasilan akun Shutterstock. 

Besaran Contributor Fund tidak tetap. Nilainya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti, Jumlah aset yang dimiliki contributor. Relevansi metadata (judul, deskripsi, keyword). Seberapa banyak aset masuk ke dataset AI.

Shutterstock memberikan opsi opt-out bagi kontributor yang tidak ingin karyanya digunakan untuk data licensing dan AI. Namun, konsekuensinya jelas: tidak akan menerima Contributor Fund. 

Dengan perkembangan AI yang semakin pesat, Contributor Fund diprediksi akan terus menjadi bagian penting dari ekosistem microstock global—terutama bagi kreator digital Indonesia yang konsisten membangun portofolio.

Contributor Fund kini menjadi sumber pendapatan pasif baru di dunia microstock. Bahkan bagi kontributor yang belum merasakan penjualan reguler, program ini bisa menjadi penyemangat untuk terus berkarya. (han)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bagaimana TikTok Mengubah Zhang Yiming Menjadi Orang Terkaya di Asia, Dengan Kekayaan Rp1.600 T?

Bagaimana TikTok Mengubah Zhang Yiming Menjadi Orang Terkaya di Asia, Dengan Kekayaan Rp1.600 T?

Bagaimana TikTok membuat Zhang Yiming menjadi orang terkaya di Asia?Ini hubungan TikTok,ByteDance, valuasi perusahaan,AI hingga kekayaan Rp1600 Triliun.

Dari US$13 Miliar Jadi US$105 Miliar, Begini Perjalanan Kekayaan Pendiri TikTok, Zhang Yiming

Dari US$13 Miliar Jadi US$105 Miliar, Begini Perjalanan Kekayaan Pendiri TikTok, Zhang Yiming

Kekayaan Zhang Yiming melonjak dari US$13 miliar menjadi US$105 miliar pada September 2026. Ini timeline perjalanan hartanya.

Pendiri TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp 1.600 Triliun!

Pendiri TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp 1.600 Triliun!

Zhang Yiming, pendiri ByteDance dan TikTok, kini menjadi orang terkaya di Asia dengan kekayaan lebih dari US$105 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer